Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dua puluh lima tahun bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan kesaksian tentang kesetiaan, pengabdian, dan kasih karunia Tuhan. Semangat itulah yang mewarnai perayaan Pesta Perak hidup membiara suster dari Kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia yang digelar di Gereja Santa Maria Assumpta, Kota Baru, Kota Kupang, Jumat (21/8/2026).
Perayaan tersebut menjadi momentum penuh syukur bagi para suster untuk mengenang perjalanan panggilan yang telah mereka jalani selama seperempat abad sekaligus meneguhkan kembali komitmen untuk terus melayani Tuhan dan sesama.
Perayaan Ekaristi Syukur Pesta Perak dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr.
Dalam sambutannya, Mgr. Hironimus Pakaenoni mengajak para suster yang merayakan 25 tahun hidup membiara untuk terus menghayati panggilan dengan penuh sukacita, terutama dengan hadir dan solider bersama mereka yang menderita.
Ia menegaskan bahwa perjalanan panggilan hidup membiara merupakan jawaban terus-menerus atas undangan Tuhan.
“Jika dahulu Tuhan berkata, ‘Mari, ikutlah Aku’, hari ini para suster kembali menjawab, ‘Ya Tuhan, saya tetap milik-Mu. Gunakanlah hidup saya bagi kemuliaan-Mu dan bagi keselamatan sesama’,” ungkapnya.
Menurutnya, 25 tahun hidup membiara merupakan perjalanan panjang yang tidak terlepas dari kasih karunia Tuhan. Karena itu, perayaan Pesta Perak hendaknya menjadi kesempatan untuk mengucap syukur sekaligus memperbarui semangat dalam menjalani panggilan.
“25 tahun telah berlalu, semuanya karena kasih karunia Tuhan. Untuk perjalanan yang masih terbentang di depan, kita percaya semuanya juga akan tetap berlangsung karena kasih karunia Tuhan,” katanya.
Mgr. Hironimus Pakaenoni juga berharap para suster RVM senantiasa menjadi pribadi yang mampu memberi kesaksian melalui kehidupan, kepercayaan, penyerahan diri, dan pelayanan kepada sesama.
Ia kemudian menyampaikan ucapan selamat kepada para suster yang merayakan Pesta Perak serta mengajak seluruh umat untuk bersama-sama mensyukuri perjalanan panggilan tersebut.
“Selamat merayakan 25 tahun hidup membiara. Selamat mensyukuri kasih karunia Tuhan. Marilah kita terus berjalan dalam keyakinan bahwa semuanya karena kasih karunia Tuhan,” ujar Mgr. Hironimus.
Untuk itu, suster yang merayakan 25 tahun hidup membiara adalah:
Sr. Maria Kristina Uba Bataona, RVM
Sr. Maria Marselina Yenny Gambe, RVM
Sr. Maria Angelina Kero, RVM
Sr. Maria Agnes Laa, RVM
Sr. Maria Justina Jose Lopes, RVM
Sr. Maria Rosina Manbait, RVM
Sr. Maria Amanda Nahak, RVM
Sr. Maria Ludgardis Namang, RVM
Sr. Maria Yuliana Natun, RVM
Sr. Maria Rofina Inna Papa, RVM
Sr. Maria Marta Pau, RVM
Sr. Maria Agustina Mariana Rona, RVM
Sr. Maria Monika Seran, RVM
Sr. Maria Dorothea Tlaan, RVM
Sr. Maria Ernailinda Ukat, RVM
Perayaan Pesta Perak tersebut menjadi penanda penting perjalanan suster dalam menghidupi panggilan religius. Seperempat abad telah dilalui dalam semangat doa, pelayanan, pengabdian, serta kesetiaan untuk terus menjadi tanda kasih Tuhan bagi Gereja dan masyarakat.














