Hidup dalam Keterbatasan, Umat Diajak Tetap Bersukacita dan Bersyukur

Keterbatasan bukan alasan kehilangan sukacita dan harapan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Hidup dalam keterbatasan bukanlah alasan untuk kehilangan sukacita dan harapan. Pesan tersebut disampaikan Romo Jofri saat memimpin Misa di Gereja Katolik Stasi Yesus Maria Yosef, Liliba, pada Minggu, (20/9/2026).

Dalam homilinya, Romo Jofri mengajak umat untuk menerima diri dan kehidupan dengan penuh syukur, tanpa terjebak dalam perbandingan maupun persaingan dengan orang lain.

Perbedaan kondisi hidup, pendidikan, pekerjaan, maupun kemampuan tidak perlu menjadi alasan untuk merasa lebih rendah atau lebih tinggi. Setiap pribadi diajak menjalani kehidupan sesuai panggilan dan kehendak Allah.

Romo Jofri juga mengungkapkan pentingnya tetap bersukacita ketika menghadapi kesulitan. Bagi kalangan muda yang mengalami kehampaan dalam studi maupun kehidupan, persoalan tersebut perlu dihadapi dengan mencari tujuan dan makna, bukan dengan keputusasaan.

Dalam kehidupan keluarga dan perkawinan, umat juga diajak tetap menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan. Setiap proses kehidupan diyakini berada dalam penyelenggaraan dan kehendak Allah.

Pesan utama homili mengarah pada penguatan identitas umat sebagai orang beriman. Kehidupan sehari-hari diharapkan mencerminkan kualitas sebagai umat Katolik, bukan sekadar identitas formal.

Umat juga diajak membangun iman yang bersumber dari Tuhan, menjaga komitmen, serta menjadikan Kristus sebagai tujuan utama dalam menjalani kehidupan.