Dari Kemoceng ke Kerupuk, Ale dan Maria Goreti Bertahan Menopang Hidup

Di balik kerupuk yang dijajakan, ada harapan untuk keluarga.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Keterbatasan penglihatan tak membuat Ale berhenti mencari jalan untuk bertahan hidup. Bersama Maria Goreti Wea, yang merupakan ibu dengan satu anak, Ale memilih berjualan kerupuk di tengah kerasnya kehidupan Kota Kupang.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Senin (21/9/2026), di Jalan Raya El Tari No. 52, Oebobo, Kota Kupang, Ale menceritakan bahwa usaha menjual kerupuk tersebut telah mereka jalani sejak 12 September 2025.

Sebelumnya, mereka berjualan kemoceng. Namun, persaingan dan penjualan yang tidak menentu membuat hasilnya sulit diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar kos dan keperluan lainnya.

“Kalau kita harap kemoceng saja, tidak bisa. Tidak mendukung. Memang kalau dijual di mana-mana ada yang laku, tapi jarang sekali,” ujar Ale.

Kini, kerupuk menjadi pilihan baru bagi mereka. Kerupuk diperoleh dari pemasok dengan harga Rp20 ribu untuk tujuh bungkus, kemudian dijual kembali seharga Rp5 ribu per bungkus.

Bagi Ale dan Maria, keuntungan dari setiap bungkus mungkin tidak besar. Namun, dari kerupuk-kerupuk itulah mereka berusaha menjaga dapur tetap mengepul dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau kerupuk ini, tergantung yang membeli. Kalau ada yang beli, ya kami jual,” kata Ale.

Di balik jualan sederhana itu, ada cerita tentang dua orang yang memilih terus bergerak.