Kata-kata terakhir Yesus, tepat sebelum Kenaikan-Nya ke Surga, memperluas mandat baru saja kita dengar yang diberikan Yesus kepada para Rasul-Nya. Yesus kemudian berkata, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus…” (Matius 28:19). Pada akhirnya, Yesus mengutus Dua Belas Rasul dan semua murid-Nya sampai ke ujung bumi untuk memberitakan Injil kepada semua makhluk. Tetapi di sini, sebelum kedatangan Roh Kudus, dan sebelum selesaikan misi-Nya di bumi, Yesus memerintahkan Dua Belas murid-Nya untuk pergi “kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Dengan demikian, Yesus memberikan suatu prioritas pada pemberitaan Injil kepada mereka yang telah dipercayakan dengan wahyu-wahyu Perjanjian Lama yaitu, ajaran-ajaran Hukum Taurat Musa dan para nabi.
Meskipun hari ini, kita semua harus mendengar panggilan dari Tuhan untuk “menjadikan semua bangsa murid-Nya,” kita juga harus mendengar amanat unik untuk pertama-tama memberitakan Injil kepada mereka yang telah menjadi anggota keluarga Allah. Dan meskipun hari ini, Roh Kudus telah datang dan Injil telah disebarkan ke seluruh dunia, masih ada pelajaran rohani penting yang dapat dipelajari dari amanat progresif Yesus dari mereka yang sudah menjadi anggota keluarga Allah kepada mereka yang belum mengenal Injil.
Mulailah dengan diri sendiri. Dengan mendengar Yesus memberikan penekanan khusus kepada Dua Belas Rasul-Nya untuk pergi terlebih dahulu kepada domba-domba yang hilang dari kaum Israel, kita hendaknya mendengar Tuhan berbicara secara khusus tentang setiap orang. Kita, yang telah dibaptis, telah dikukuhkan dan telah menerima Perjamuan Kudus, sekarang memiliki kewajiban khusus untuk mendengarkan dan menanggapi Injil Kristus. Dari sana, Tuhan mempercayakan setiap kita untuk membagikan Injil dengan cara yang khusus kepada mereka yang juga memiliki iman yang sama dengan kita. Karena alasan itu, orang tua berkewajiban secara unik untuk membagikan Injil kepada anak-anak mereka. Teman-teman dalam komunitas iman yang sama secara unik berkewajiban untuk menjangkau orang lain yang memiliki iman yang sama dengan mereka. Dan para gembala Gereja juga harus melakukan hal yang sama. Injil sekarang bersifat universal dan harus diberitakan kepada semua orang, tetapi perikop ini tampaknya menyoroti pentingnya membagikan Injil kepada sesama murid Kristus.
Kita tahu dari kehidupan kita sehari-hari bahwa ada banyak orang yang mengaku beriman kepada Kristus yang masih belum sepenuhnya diinjili. Ada banyak orang yang telah menerima Sakramen-sakramen tetapi tidak memiliki iman yang mendalam untuk tujuan unik mereka dipanggil. Tampaknya sebagian besar gagal untuk menyembah Tuhan kita setiap hari, dan banyak yang gagal dalam penyembahan doa mereka setiap minggu.
Oleh karena itu, adalah berguna untuk menempatkan diri setiap kita ke dalam perikop Injil hari ini dan mendengar Tuhan memanggil kita untuk secara khusus membaktikan diri, untuk memberitakan Injil kepada mereka yang telah menjadi anggota Gereja-Nya, meskipun hanya dalam nama. Jika kita memulai dengan diri kita sendiri, berusaha untuk setiap hari bertumbuh lebih dalam di dalam kehidupan iman kita, berdoa dan mencari kehendak Allah, maka Allah akan dengan lebih mudah menggunakan kita sesuai kehendak-Nya untuk membagikan iman kepada mereka yang menjadi bagian dari keluarga Allah, tetapi yang imannya masih lemah. Dan bagi mereka yang telah sungguh-sungguh menyerahkan diri mereka kepada Kristus, Allah pasti juga akan memakai setiap kita untuk memberitakan Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus melalui karunia iman.
Hari ini dengarlah undangan yang Yesus berikan kepadamu untuk menjadi penginjil-Nya. Pertama, lihatlah kehidupan diri sendiri dan lakukan semua yang kita bisa untuk mengizinkan Injil mengubah kita menjadi pengikut Kristus yang sungguh-sungguh. Dari situ, terbukalah terhadap berbagai cara yang Tuhan ingin gunakan setiap hari untuk menginspirasi orang lain untuk menjadi pengikut Tuhan. Mulailah dengan keluarga kita sendiri. Berdoalah untuk mereka. Perhatikanlah bisikan-bisikan kasih karunia yang Tuhan berikan untuk menjangkau mereka. Kemudian arahkanlah pandangan kita kepada komunitas yang lebih luas. Izinkan Tuhan memimpin, ikuti suara-Nya, dan Dia akan memakai setiap orang dengan banyak cara untuk menolong orang lain mengenal kasih-Nya yang menyala-nyala bagi mereka.














