Bulan Maria Jadi Ajakan untuk Memperdalam Iman dan Harapan

Mengawali devosi Bulan Maria itu, Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua menyelenggarakan Misa Pembukaan Bulan Maria sekaligus peringatan Jumat Pertama dan Hari Buruh Sedunia pada Jumat (01/05).

Jelang Perayaan Ekaristi Pembukaan Bulan Maria di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Gereja Katolik universal mempersembahkan Bulan Mei sebagai Bulan Maria, sebuah momentum khusus yang didedikasikan untuk menghormati Bunda Maria sebagai Ibu Yesus dan teladan imannya yang menyelamatkan.

Mengawali devosi Bulan Maria itu, Gereja Katolik Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua menyelenggarakan Misa Pembukaan Bulan Maria sekaligus peringatan Jumat Pertama dan Hari Buruh Sedunia pada Jumat (01/05).

Mengawali homilinya, RD Sirilus Antoin Kobesi yang memimpin Perayaan Ekaristi itu, mengutip pernyataan St. Yohanes dari Salib yang mengajak umat untuk tetap menghidupkan iman dan harapan, meski di dalam kegelapan, sebab dalam kegelapan itu, Tuhan senantiasa melindungi jiwa manusia.

Ungkapan St. Yohanes dari Salib itu dinilainya sebagai inspirasi bagi umat katolik untuk mengimani penegasan Yesus dalam Injil Yohanes yang dibacakan sebelumnya. Pernyataan Yesus yang menyebut diri-Nya sebagai Jalan dan Kebenaran adalah pegangan bagi manusia dalam keseharian hidup. Baginya, pernyataan tersebut bukan sekadar kesementaraan, melainkan untuk sebuah kehidupan yang abadi.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Sabda Yesus tentang Jalan dan Kebenaran itu semestinya menjadi ajakan bagi umat untuk bersukacita dalam pengharapan atas kekekalan. Ia menekankan bahwa Yesus Kristus merupakan bukti paling autentik akan janji Allah yang selalu nyata, di mana kebangkitan Yesus merupakan dasar utama bagi umat katolik untuk hidup dalam pengharapan sejati.

RD Tony – sapaan akrabnya – menggarisbawahi tindakan Yesus yang mengatakan kepada para murid-Nya bahwa Ia akan menyediakan tempat bagi mereka di kediaman di mana Ia berada. Perbuatan Yesus itu disebutnya  sebagai cara Yesus memperlakukan manusia secara Istimewa, yakni dengan mempersiapkan segala kebutuhan manusia.

Namun demikian, ia menyoroti gaya hidup manusia dewasa ini yang kerap tenggelam dalam kekhawatiran akan urusan duniawi ketimbang hal-hal yang berkaitan dengan pertumbuhan rohani. Untuk itu, Bulan Maria ditegaskannya sebagai panggilan bagi umat untuk memperdalam iman dalam devosi bersama Bunda Maria, khususnya untuk memberi ruang bagi diri sendiri dan komunitas untuk semakin dekat dengan Allah.

Ia mendorong umat yang hadir untuk bertekun dalam doa Rosario agar  mampu mempertahankan iman, kendati harus menghadapi aneka tantangan yang datang. RD Tony menekankan bahwa keselamatan tidak ditujukan kepada mereka yang bepangkat atau berpendidikan, tetapi kepada siapa saja yang hidup dalam kesetiaan, ketaatan, dan kerendahan hati.

Di akhir homilinya, ia mengundang umat untuk meneladani spirit hidup Bunda Maria yang tetap tegar menjaga iman, terutama di era digital yang penuh rintangan dan kendala ini.

Adapun Bulan Mei ditetapkan sebagai Bulan Maria oleh Paus Pius XII pada tahun 1945, meneruskan berbagai tradisi sebelumnya yang berkembang sejak abad ke – 13 dan diperkuat oleh Paus Pius VII pada 1814.