Retret Tahunan SSpS Timor: Menyadari Rahmat dan Belas Kasih Allah dalam Panggilan sebagai Misionaris
Rahmat Allah dan Belas Kasih dalam Panggilan sebagai Seorang Misionaris dan Pelayanan yang Terpadu.
Pada tanggal 12 hingga 18 Juli 2024, sebanyak 37 suster SSpS Timor berkumpul di Rumah Retret SSpS di Bell untuk mengikuti retret tahunan dengan merefleksikan “Rahmat Allah dan Belas Kasih dalam Panggilan sebagai Seorang Misionaris dan Pelayanan yang Terpadu”. Retret ini dipandu oleh Pater Dismas Mauk, SVD, yang dengan rendah hati menyatakan bahwa dirinya hanyalah pembimbing kedua, karena pembimbing utama dari retret ini adalah Roh Kudus sendiri.
Siapa yang Terlibat?
Retret tahunan ini dihadiri oleh 37 suster dari Kongregasi Suster-Suster Misi Abdi Roh Kudus yang lebih dikenal dengan SSpS (Servae Spiritus Sancti) provinsi SSpS Timor. Mereka datang dari berbagai unit karya di seluruh wilayah Timor, Alor dan sekitarnya dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman dan pengalaman mereka tentang rahmat dan belas kasih Allah dalam panggilan misionaris mereka. Pater Dismas Mauk, SVD, seorang imam yang dikenal dengan keahlian spiritualitas dan pengajaran, berperan sebagai pembimbing retret.
Apa yang Dibahas?
Tema utama retret ini adalah “Rahmat Allah dan Belas Kasih dalam Panggilan sebagai Seorang Misionaris dan Pelayanan yang Terpadu”. Pater Dismas mengarahkan para peserta untuk merenungkan dan mendalami makna rahmat dan belas kasih Allah dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai misionaris. Dalam salah satu sesi refleksinya, Pater Dismas menyatakan, “Allah kita adalah Allah yang kaya rahmat dan belas kasih. The Mercy of God is when God removes punishment what we deserve while grace of God is when God gives us what we don’t deserve.” (Belas kasih Allah adalah ketika Allah menghapus hukuman yang seharusnya kita terima, sedangkan rahmat Allah adalah ketika Allah menghadiahkan apa yang tidak pantas kita terima.)
Melalui berbagai sesi doa, meditasi, dan permenungan, para suster diajak untuk merefleksikan pengalaman mereka dalam karya misionaris dan pelayanan mereka. Mereka juga didorong untuk berbagi cerita tentang bagaimana mereka telah merasakan rahmat dan belas kasih Allah dalam berbagai tantangan dan pencapaian dalam pelayanan mereka.
Kapan dan Di Mana?
Retret ini berlangsung selama seminggu penuh, dari tanggal 12 hingga 18 Juli 2023, di Rumah Retret SSpS di Bello, Timor. Rumah retret ini adalah milik Kongregasi Suster-Suster Abdi Roh Kudus, Timor. Tempat ini dipilih karena suasananya yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk, sehingga memungkinkan para peserta untuk benar-benar tenggelam dalam refleksi dan doa.
Mengapa diadakan?
Retret tahunan ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan Kongregasi SSpS Timor untuk mendukung dan memperkuat panggilan dan pelayanan para suster mereka. Melalui retret ini, para suster diberi kesempatan untuk menyegarkan jiwa mereka, memperdalam hubungan mereka dengan Allah, dan memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan misi dan pelayanan. Fokus pada rahmat dan belas kasih Allah adalah penting untuk mengingatkan mereka bahwa dalam setiap karya pelayanan, mereka tidak bekerja sendiri, tetapi selalu didukung oleh kasih dan rahmat Allah yang melimpah.
Bagaimana Pelaksanaan Retret?
Pelaksanaan retret ini mencakup berbagai kegiatan rohani yang dipandu oleh Pater Dismas. Setiap hari ada doa baik secara pribadi maupun bersama dan diikuti oleh dua sesi pamaparan mater tentang Belas kasih yang dibawakan oleh Pater Dismas. Para suster juga berpartisipasi dalam Misa harian dan Adorasi Sakramen Mahakudus, yang menjadi pusat dari retret ini.
Pater Dismas menggunakan pendekatan yang interaktif dalam membimbing, mendorong dan menginspirasi para suster untuk aktif berbagi pengalaman dan pandangan mereka. Dari antara suster membagikan pengalaman pribadi mereka tetang belas kasih dengan pembimbing retret untuk membahas bagaimana rahmat dan belas kasih Allah telah nyata dalam kehidupan dan pelayanan mereka. Selain itu, ada juga sesi individu di mana para suster bisa berkonsultasi secara pribadi dengan Pater Dismas untuk mendapatkan bimbingan spiritual.
Pada malam hari, sesi refleksi pribadi diadakan untuk memberi waktu bagi para suster untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari sepanjang hari. Kesempatan untuk mengaku dosa juga disediakan, membantu para suster untuk membersihkan hati dan memperbaharui komitmen mereka kepada Tuhan dan panggilan misionaris mereka.
Apa Hasilnya?
Retret ini membawa dampak yang mendalam bagi para suster. Banyak dari mereka yang merasakan penyegaran rohani dan pembaharuan komitmen dalam pelayanan mereka. Mereka menyadari bahwa dalam setiap tantangan dan tugas, rahmat dan belas kasih Allah selalu menyertai mereka. Beberapa suster berbagi bahwa mereka merasa lebih terinspirasi dan termotivasi untuk melanjutkan misi yang dipercayakan kepada mereka dengan semangat yang baru.
Sebagai penutup, Pater Dismas mengingatkan para suster bahwa misi mereka sebagai misionaris bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan bersandar pada rahmat dan belas kasih Allah, mereka dapat mengatasi segala tantangan. Dia juga menekankan pentingnya terus membuka hati dan pikiran terhadap bimbingan Roh Kudus, yang selalu hadir dan membimbing mereka dalam setiap karya pelayanan.
Retret tahunan ini diakhiri dengan Misa Penutupan yang penuh syukur, di mana para suster memperbarui janji mereka sebagai misionaris dan berkomitmen untuk terus membawa kasih dan rahmat Allah kepada semua orang yang mereka layani.














