Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, melakukan kunjungan kerja ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (4/5/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang dalam rangka Rapat Koordinasi Implementasi Program Kemendikdasmen serta Sinkronisasi Kebijakan Daerah.
Dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Abdul Mu’ti didampingi Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.
Kedatangan rombongan disambut tarian tradisional Hegong dari Maumere, Kabupaten Sikka yang dibawakan siswa SMA Negeri 3 Kupang.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan simbolis buku “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Kegiatan diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari kepala daerah se-NTT, kepala dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, mitra pembangunan, serta perwakilan UPT Kemendikdasmen.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan mengacu pada amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan menjamin setiap warga negara memperoleh pendidikan bermutu.
Ia menjelaskan, pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan melalui program revitalisasi dan digitalisasi sekolah. Tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi 11.744 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp14 triliun, serta mengusulkan tambahan hingga 60.000 sekolah.
“Prioritas diberikan pada daerah terdampak bencana, wilayah 3T, dan sekolah dengan kondisi rusak berat. NTT termasuk dalam ketiga kategori tersebut,” ujar Abdul Mu’ti.
Selain infrastruktur, peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus utama melalui berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan sekolah, STEM, bimbingan konseling, dan bahasa Inggris. Pemerintah juga menerapkan kebijakan “satu hari belajar” bagi guru untuk meningkatkan kompetensi.
Prof. Dr. Abdul Mu’ti menambahkan, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen pembelajaran dan peradaban, termasuk berperan dalam bimbingan konseling dan pencegahan kekerasan di sekolah melalui pendekatan keadilan restoratif.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan distribusi guru dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.
Ia menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat, termasuk penataan distribusi guru berbasis kebutuhan serta pemberian insentif bagi tenaga pendidik di daerah terpencil.
“Pemerintah akan memastikan distribusi guru lebih merata, termasuk ke wilayah 3T yang masih kekurangan tenaga pendidik,” ujarnya.
Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah dalam kesempatan yang sama menyoroti masih adanya kekurangan kepala sekolah di NTT yang mencapai lebih dari 1.000 sekolah.
“Masalah ini sangat mendasar karena kepala sekolah memegang peran penting dalam pengelolaan pendidikan, termasuk dalam implementasi program digitalisasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius menangani persoalan pendidikan serta memastikan program yang telah didukung anggaran pusat dapat berjalan optimal.














