Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Angin kencang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan gangguan bagi transportasi darat dan udara. Dengan kecepatan hingga 60 kilometer per jam, angin ini disebabkan oleh pergerakan Monsun Timur dan tekanan rendah di Benua Australia.
Menyikapi kondisi tersebut, Pada Kamis, (25/7/2024), di ruang kerjanya, Rony Setioko sebagai (Pejabat Pengganti Sementara) PGS General Manager PT. Angkasa Pura I Cabang Bandara El Tari Kupang menjelaskan kepada Radio TIRILOLOK bahwa meskipun terjadi beberapa momen yang harus diwaspadai, penerbangan tetap berjalan normal. Namun, ada kasus di mana pesawat harus melakukan pendaratan ulang (Go Around) karena dampak dari angin kencang.
Rony menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan tower bandara untuk memastikan keselamatan selama musim angin keras berlangsung. Situasi cuaca terus diupdate agar penerbangan bisa dilakukan dengan nyaman, terutama saat pesawat take off atau landing.
Musim angin kencang di NTT biasanya terjadi dari Mei hingga Oktober 2024.














