Tergerak oleh Seruan Tritunggal: Refleksi dan Karya Belas Kasih Jasmani dan Rohani dalam Retret Para Suster SSpS Timor

Dalam suasana sejuk dan tenang di Bello, Timor, NTT retret gelombang kedua bagi suster-suster SSpS Timor berlangsung dengan khidmat dari tanggal 23 hingga 29 Juli.

. Tema retret adalah "Tergerak oleh Seruan Tritunggal, Kita Melakukan Tindakan Belas Kasih terhadap Seluruh Ciptaan,”.

Dalam suasana sejuk dan tenang di Bello, Timor, NTT retret gelombang kedua bagi suster-suster SSpS Timor berlangsung dengan khidmat dari tanggal 23 hingga 29 Juli. Tema retret adalah “Tergerak oleh Seruan Tritunggal, Kita Melakukan Tindakan Belas Kasih terhadap Seluruh Ciptaan,”. Dalam retret ini para suster diajak untuk merenungkan dan mendalami panggilan mereka dalam konteks belas kasih yang lebih luas. Pater Dismas Mauk, SVD, yang memimpin retret ini, mengarahkan refleksi dengan mengacu pada Ensiklik Misericordiae Vultus (Wajah Belas Kasih) dari Paus Fransiskus.

Dalam salah satu sesi refleksi, Pater Dismas mengutip kata-kata penuh makna dari Paus Fransiskus bahwa “God never tires of forgiving; We are the ones who tire of asking for forgiveness! (Allah tak pernah lelah mengampuni; kita yang lelah memohon pengampunan.)” Kutipan ini menjadi landasan bagi banyak suster untuk bermiditasi, berdoa, dan berkonsultasi dengan pembimbing retet. Dan lebih itu mendorong para suster untuk merenungkan kedalaman belas kasih Allah dan kerelaan-Nya untuk selalu mengampuni. Hal ini juga mengingatkan mereka akan pentingnya sikap rendah hati dalam meminta pengampunan, baik dari Allah maupun sesama.

Retret ini dihadiri oleh 32 suster yang telah berpengalaman dalam panggilan religius mereka. Kehadiran mereka membawa beragam pengalaman dan wawasan yang memperkaya suasana retret dan menambah pengalaman pembimbing retret itu sendiri. Pater Dismas menekankan pentingnya partisipasi aktif dan keterbukaan hati dalam proses ini, mengingatkan bahwa Roh Kudus adalah pembimbing utama dalam setiap langkah mereka.

Para suster diberikan ruang untuk konsultasi, doa pribadi, dan adorasi, yang menjadi elemen penting dalam retret ini. Momen-momen ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk refleksi pribadi yang mendalam, tetapi juga memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah. Banyak suster mengungkapkan kepuasan mereka terhadap materi dan cara penyajiannya, menunjukkan betapa relevan dan menyentuhnya tema yang dibahas.

Tema retret yang menekankan tindakan belas kasih terhadap seluruh ciptaan mendorong para suster untuk melihat kembali peran mereka dalam masyarakat dan lingkungan sekitar. Refleksi mengenai Ensiklik Misericordiae Vultus membawa wawasan baru tentang bagaimana belas kasih tidak hanya menjadi sikap batin, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi semua ciptaan.

Para suster diajak untuk merenungkan bagaimana mereka dapat berkontribusi secara lebih efektif dalam menjalankan misi belas kasih ini. Apakah melalui pelayanan kepada orang miskin, perhatian terhadap lingkungan, atau tindakan sederhana sehari-hari yang mencerminkan kasih Allah, setiap suster menemukan cara unik untuk menerapkan apa yang mereka renungkan selama tujuh hari retret ini.

Di akhir misa penutupan, suasana penuh syukur dan kegembiraan terpancar dari wajah para suster. Mereka menyampaikan bahwa retret ini memberikan mereka pembaruan semangat dan pemahaman yang lebih mendalam tentang belas kasih Allah. Mereka merasa bahwa Allah yang kaya akan rahmat dan penuh belas kasih senantiasa menuntun mereka untuk melanjutkan misi mereka dengan semangat dan tekad yang lebih kuat.

Pater Dismas, dengan rendah hati, mengakui perannya hanya sebagai pembimbing kedua, menekankan bahwa Roh Kudus adalah pembimbing utama dalam perjalanan spiritual mereka selama tujuh hari retret itu. Retret ini tidak hanya menjadi waktu untuk refleksi dan pembaruan, tetapi juga menjadi sebuah peringatan yang kuat akan panggilan dan tanggung jawab para suster dalam menyebarkan belas kasih Allah kepada seluruh ciptaan. Dengan hati yang tergerak oleh seruan Tritunggal, mereka kembali ke komunitas dan unit karya mereka dengan semangat baru untuk menjalankan tindakan belas kasih yang nyata dan berarti.