Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Bank NTT memperluas sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sosialisasi KUR Bank NTT yang digelar bersama Partai Golkar NTT tersebut melibatkan sekitar 2.800 pelaku UMKM dan dilaksanakan serentak di 22 kabupaten/kota se-NTT, Kamis (13/8/2026). Kegiatan utama berlangsung di Kantor DPD I Partai Golkar NTT, Kota Kupang.
Dalam sambutannya, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus mengatakan, Bank NTT kembali memperoleh kesempatan menyalurkan KUR pada 2026 setelah sekitar lima tahun tidak menjalankan program tersebut.
Menurut Charlie, kembalinya Bank NTT dalam penyaluran KUR membutuhkan persiapan internal, termasuk penyesuaian prosedur dan kesiapan perusahaan. Karena itu, sosialisasi kepada UMKM dinilai penting untuk mempercepat pemahaman masyarakat terhadap skema pembiayaan tersebut.
“Bank NTT harus banyak melakukan persiapan internal karena sudah lima tahun. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Partai Golkar yang membantu sosialisasi KUR,” kata Charlie dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut Bank NTT mendapat alokasi sekitar Rp300 miliar untuk KUR pada 2026. Selain pembiayaan bagi UMKM, Bank NTT juga menyiapkan skema KUR khusus untuk mendukung kebutuhan pekerja migran Indonesia, sesuai ketentuan dan melalui lembaga yang legal.
Charlie menegaskan, KUR merupakan pinjaman yang wajib dikembalikan, bukan bantuan atau hibah pemerintah. Meski demikian, skema KUR menawarkan bunga yang relatif rendah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai modal pengembangan usaha.
“Jangan menganggap KUR sebagai hadiah dari pemerintah. KUR itu pinjaman dan harus dikembalikan,” ujarnya.
Ia berharap UMKM di NTT tidak hanya menjadi penerima pembiayaan, tetapi dapat berkembang menjadi pemasok bagi industri berskala lebih besar. Menurutnya, pertumbuhan industri di NTT membutuhkan dukungan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan penguatan UMKM harus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi daerah.
Ia menilai NTT memiliki potensi bahan baku, tenaga kerja, dan pasar yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan lebih banyak produk lokal. Karena itu, pembiayaan KUR diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk mendorong UMKM meningkatkan produksi dan memperluas usaha.
Melki Laka Lena juga mendorong masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap UMKM. Ia meminta pelaku usaha tidak sekadar melihat dirinya sebagai
“pelaku UMKM”, tetapi sebagai pengusaha yang memiliki perencanaan bisnis, proses produksi, distribusi, hingga pemasaran.
“Jangan lagi berbicara sebagai pelaku, tetapi pengusaha UMKM,” katanya.
Ia mengatakan pemerintah daerah bersama Bank NTT dan perbankan lainnya perlu mendorong agar penyaluran KUR semakin masif sehingga pembiayaan tersebut benar-benar menggerakkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, ia meminta masyarakat memanfaatkan peluang pembiayaan tersebut sesuai persyaratan yang berlaku.
Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta sosialisasi. Dari target sekitar 2.500 peserta, jumlah yang mengikuti kegiatan disebut mencapai sekitar 2.800 orang.
Menurut Melki Laka Lena, antusiasme tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat UMKM sekaligus menggerakkan ekonomi NTT dari tingkat masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Bank NTT diharapkan semakin dekat dengan pelaku UMKM dan mampu memperluas penyaluran KUR kepada usaha-usaha produktif di 22 kabupaten/kota di NTT.














