Camat Alak Ajak Warga Merayakan dan Melestarikan Budaya Lokal

Melestarikan budaya lokal dalam harmoni kreativitas.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Kelurahan Alak menggelar event budaya Rote dengan tema Neeboi Hadadalak Sa Hita Esa No Esa, atau Melestarikan Budaya Lokal dalam Harmoni Kreativitas, pada Senin (15/9/2025) di Lapangan Kantor Lurah Alak. Acara dibuka Camat Alak, Yulianus Willem Pally, SH, yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis.

Kegiatan diawali prosesi adat natoni sebagai penghormatan kepada para tamu.

Dalam sambutannya, Camat Alak menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wali Kota Kupang dan Wakil Wali Kota Kupang karena agenda lain, namun keduanya memberikan dukungan penuh terhadap acara tersebut. Ia mengajak seluruh hadirin menjadikan festival ini sebagai bentuk pelestarian budaya. “Festival ini adalah pesta budaya yang sudah diajarkan oleh nenek moyang kita. Mari lepaskan semua beban dan galau, karena kita akan berpesta budaya,” ujarnya.

Yulianus Yulianus Willem Pally menambahkan, “Pemerintah Kota dan DPRD menganggarkan pelaksanaan event budaya di 51 kelurahan agar seluruh warga dapat merasakan keramaian dan pelestarian budaya. Setiap kelurahan harus punya sanggar seni, kelompok tarian, dan kuliner yang menambah kemeriahan pesta budaya.”

Sementara itu, Ketua Panitia, Siluwanus Nenogasu, S.Pd, menjelaskan kepada Radio TIRILOLOK bahwa budaya etnis Rote diangkat dengan tujuan memperkenalkan kekayaan budaya tersebut kepada masyarakat Kelurahan Alak dan sekitarnya serta membuka ruang bagi seluruh etnis untuk saling mengenal dan menghargai keberagaman budaya di Kota Kupang. “Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan kekayaan budaya lokal,” katanya.

Festival budaya ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 September 2025.