Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Kota Kupang, melalui Kelurahan Nefonaek, mengadakan kerja bakti untuk merayakan hari-hari keagamaan yang penting, seperti Ramadan bagi umat Muslim, Minggu Sengsara bagi umat Katolik dan Kristen, serta Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada Kamis, (27/2/2025), di Lapangan Basket dan Volley dekat Kantor Lurah Nefonaek.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Camat Kota Lama, Yanto Jalil mengungkapkan bahwa beliau ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat di Kelurahan Nefonaek.
Camat Kota Lama menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi, masyarakat berkumpul bersama dalam suasana kebersamaan yang sudah lama dijaga.
Yanto Jalil menambahkan, momen untuk saling mendukung dan memperkuat hubungan dalam kegiatan keagamaan yang juga merupakan bagian dari perayaan nasional.
Camat Kota Lama mengapresiasi apa yang dilakukan oleh masyarakat dan berharap menjadi yang terbaik bagi semua.
Selanjutnya, Lurah Nefonaek, Josephina N. Ungirwalu menjelaskan, kerja bakti dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan atas anugerah dan kesempatan yang diberikan di tahun 2025. Perayaan hari keagamaan bertepatan dengan bulan Maret, yang menjadi waktu tepat untuk merayakan kebersamaan.
Lurah Nefonaek juga menyampaikan harapan agar dengan lingkungan yang bersih, hati masyarakat juga menjadi bersih dalam menjalankan ibadah kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Nefonaek, Herlina Johannis menambahkan, Ramadan itu identik dengan kebersihan—bersih hati, bersih pikiran, dan bersih jiwa. Namun, kebersihan lingkungan juga sangat penting.
Menurut Ketua PKK Kel. Nefonaek, dengan lingkungan yang bersih, warga merasa lebih nyaman dalam beribadah. Oleh karena itu, mereka mempersiapkan tiga hari keagamaan dengan kebersamaan. Ketiga perayaan keagamaan digabungkan untuk menciptakan kebersamaan antar umat beragama.
Herlina Johannis juga mengungkapkan, di Kelurahan Nefonaek, mereka tidak memandang agama, suku, atau ras, semua bersama dalam mendukung satu sama lain.
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), beragam agama hidup berdampingan dengan damai, seperti Katolik dan Kristen, Islam, Hindu, Buddha, dan Marapu.














