Dengan Nama Adat Makolo, Wali Kota Kupang Berkunjung ke Rumah Budaya Sabu

Demi budaya dan rakyat, dr. Christian Widodo tolak kemewahan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka secara resmi Event Budaya Etnis Sabu yang berlangsung di halaman rumah Gabriel Gena, RW 01/RT 03, Kelurahan Airnona, Kamis, (21/8/2025). Acara Event Budaya Etnis Sabu dengan mengangkat tema “Miha He Pake Do E’a Heli Ri Ngia” yang berarti “Dalam Kasih, Sehati Membangun Kota Kupang ”, dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Christian Widodo mengapresiasi sikap warga Air Nona yang rela berkorban demi kepentingan bersama. Wali Kota Kupang menilai bahwa kesediaan untuk memberikan ruang dan bantuan secara sukarela sangat berarti dalam mendukung kegiatan masyarakat.

dr. Christian Widodo menjelaskan, kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kasih dan perhatian kepada warga Airnona. Wali Kota Kupang juga mengatakan, pada tahun 2025 pemerintah telah membangun jalan di Kelurahan Airnona sepanjang total 960 meter, sebagai bagian dari upaya membenahi infrastruktur.

dr. Christian Widodo mengajak masyarakat untuk terus melestarikan dan menyelenggarakan kegiatan kebudayaan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Saat warga berkumpul, para pelaku usaha kecil bisa berjualan dan mendapatkan penghasilan tambahan. Wali Kota Kupang menyatakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar pembangunan berjalan lebih baik.

Karena adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis memutuskan untuk tidak membeli mobil dinas baru. Dana sebesar Rp1,6 miliar pun dialihkan untuk mendukung kepentingan masyarakat.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota dr.Christian Widodo mengikuti prosesi adat: mengenakan pakaian tradisional Sabu, menerima nama adat “Makolo” yang berarti pemimpin di puncak, meminum tuak Sabu, dan mencium Sabu sebagai tanda penghormatan terhadap budaya. Wali Kota Kupang juga mencicipi makanan adat seperti kacang hijau mentah, gula sabu, kue putu, wollapa, dan woperaggu.

Sementara itu, Ketua Panitia, Maxi Fernandez, menjelaskan bahwa tujuan festival adalah untuk melestarikan budaya Sabu bagi generasi muda, mengenalkan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur ke tingkat nasional dan internasional, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Event budaya dijadwalkan berlangsung selama dua hari.