Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – UPTD Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengadakan forum diskusi budaya bertajuk “Dinamika Seni Rupa” pada Selasa, (24/9/2024). Acara ini berlangsung di Aula UPTD Taman Budaya NTT dan dihadiri oleh para pegiat seni rupa kota Kupang.
Diskusi ini berfokus pada pemaknaan karya seni rupa, dengan membahas elemen-elemen penting seperti keterampilan, konsep, dan kreativitas dalam berkarya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan seni daerah, khususnya seni rupa. Kegiatan diskusi dimoderatori oleh Armando Soriano, dengan narasumber Christian Dan Dadi dan Efraim J. Pranamantara, dua pegiat seni rupa Kota Kupang.
Dalam paparannya, Efraim J. Pranamantara menegaskan pentingnya riset dalam proses penciptaan karya seni rupa. Menurut beliau, riset dilakukan untuk memperkaya wawasan dan pemahaman publik seni. Efraim J. Pranamantara menjelaskan bahwa riset merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang seniman. Dengan demikian, seniman dapat menciptakan karya yang memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga tidak kebingungan dalam berkarya.
Sementara itu, Christian Dan Dadi menekankan pentingnya kesadaran akan peleburan antara teks dan konteks dalam menciptakan karya seni. Beliau menjelaskan bahwa karya seni rupa harus dipahami sebagai “teks” atau wacana yang diproduksi dan direproduksi berdasarkan konteks. Keberhasilan sebuah karya seni rupa ditentukan oleh sejauh mana seniman mampu mengintegrasikan teks dan konteks. Baginya, karya seni yang baik bukan hanya estetis, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan audiens dan lingkungannya.
Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Kepala UPTD Taman Budaya NTT, Mohadi S. Sn., menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung perkembangan seni rupa melalui berbagai program. Program-program tersebut mencakup penyelenggaraan pameran seni rupa di tingkat provinsi maupun daerah, serta lomba mural yang diharapkan dapat mendorong partisipasi para seniman. Langkah ini diambil untuk semakin memperkenalkan seni rupa lokal kepada masyarakat luas.
Mohadi juga berpesan kepada para seniman agar terus berkarya. Penciptakan karya seni membutuhkan proses yang matang. Dalam proses berkarya, ada yang mengapresiasi, ada pula yang tidak. Namun, sebagai seniman, penting untuk terus berkarya, membangun komunikasi, dan saling belajar dengan sesama seniman.
Acara ini diharapkan menjadi titik tolak untuk semakin memperkuat keberadaan seni rupa di NTT, serta mempererat hubungan antara seniman dengan masyarakat melalui karya-karya yang bermakna dan kontekstual.














