Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pemerintah Pusat melibatkan DKI Jakarta sebagai provinsi penyangga dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 bersama NTT dan NTB. Kebijakan tersebut diambil untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas olahraga nasional sekaligus menekan biaya pembangunan venue baru.
Dalam wawancara bersama wartawan, pada Selasa (21/7/2026), diruang kerjanya, Kadispora NTT Dr. Alfonsus Theodorus menjelaskan, sejumlah cabang olahraga wajib PON memerlukan venue bertaraf internasional yang membutuhkan investasi sangat besar apabila seluruhnya dibangun di NTT.
“Cabang olahraga seperti akuatik, renang, menembak, hoki hingga bowling membutuhkan fasilitas yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah. Tidak realistis jika semuanya dibangun baru di NTT,” katanya.
Menurut Alfonsus, pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi fiskal nasional sehingga memilih memanfaatkan fasilitas olahraga yang telah tersedia di Jakarta.
Ia menegaskan, DKI Jakarta memiliki venue lengkap, pusat pendukung pertandingan, serta sarana olahraga yang sudah memenuhi standar nasional maupun internasional.
“Dengan skema ini, anggaran pembangunan bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas penyelenggaraan PON,” jelasnya.














