Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis menghadiri Upacara Pembukaan Jambore Daerah (Jamda) X Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan (Buper) Fatubena, Kelurahan Kolhua/Belo, Kota Kupang tersebut menjadi momentum berkumpulnya anggota Pramuka Penggalang dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) kabupaten/kota se-NTT.
Kontingen peserta berasal dari Kota Kupang sebagai tuan rumah, Kabupaten Kupang, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Nagekeo, Ende, Alor, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Sabu Raijua, Sikka, Flores Timur, dan Lembata.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Kupang, Ketua TP PKK Kota Kupang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT, Wakil Bupati Rote Ndao, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT, para Ketua Kwarcab kabupaten/kota se-NTT, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Jamda X NTT 2026, khususnya Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT, Pemerintah Kota Kupang, dan Kwarcab Kota Kupang.
Menurut Melki Laka Lena, pelaksanaan Jamda kali ini menghadapi tantangan tersendiri, termasuk kebijakan efisiensi anggaran secara nasional. Namun, kondisi tersebut justru mendorong lahirnya kreativitas dan semangat gotong royong dalam menyukseskan kegiatan.
“Gerakan Pramuka harus menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, inovasi, serta keterampilan hidup bagi generasi muda NTT,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, Pramuka tidak hanya identik dengan kegiatan perkemahan, tetapi harus mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berinovasi dan memanfaatkan potensi daerah.
Dengan mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”, Jamda X NTT 2026 diharapkan mampu memperkuat peran Pramuka sebagai agen perubahan pembangunan daerah.
Gubernur NTT juga mengajak para peserta untuk mengembangkan semangat kewirausahaan melalui konsep “one village, one product” sehingga setiap gugus depan dan kwartir dapat menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal.
Selain itu, ia mendorong pemerintah kabupaten/kota serta pihak sekolah untuk kembali memperkuat kehadiran Gerakan Pramuka sebagai bagian dari pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Kupang dalam menyiapkan kawasan Bumi Perkemahan Fatubena sebagai aset strategis daerah.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menyiapkan kawasan tersebut sebagai lokasi perkemahan sekaligus kawasan konservasi.
“Lahan ini kami siapkan untuk Bumi Perkemahan Fatubena dan area konservasi. Ke depan kawasan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai kegiatan seperti perkemahan dan aktivitas luar ruang,” jelas Wali Kota Kupang.
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan tersebut dilakukan secara bertahap dengan dukungan anggaran daerah. Pemerintah Kota Kupang juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti akses jalan, penerangan, jaringan air, dan fasilitas sanitasi.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Jamda X NTT 2026, Pemkot Kupang melakukan pembenahan sejumlah infrastruktur, termasuk peningkatan akses jalan sepanjang 8,4 kilometer dengan total anggaran lebih dari Rp6 miliar.
Menurut Wali Kota Kupang, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan Jamda, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui peningkatan akses dan aktivitas usaha, termasuk keterlibatan pelaku UMKM.
Pelaksanaan Jamda X NTT 2026 menjadi sejarah tersendiri bagi Kota Kupang karena untuk pertama kalinya setelah 26 tahun, Kota Kupang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jambore Daerah tingkat Provinsi NTT.
Usai pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian nama Jalan Pramuka dan Jalan Bumi Perkemahan oleh Gubernur NTT, bersama Wali Kota Kupang, dan jajaran pemerintah daerah.














