Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Diversifikasi pangan menjadi isu yang cukup banyak dibicarakan akhir-akhir ini, terutama di wilayah NTT. Keberagaman sumber daya pangan dinilai menjadi kekuatan yang mesti didukung dengan pengelolaan yang optimal. Menjawabi peluang tersebut, Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mendirikan sebuah program studi baru, yakni Program Studi Teknologi Pangan.
Prodi ini didirikan pada tanggal 26 September 2022 bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-28 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), yang kemudian bertransformasi menjadi FST.
Pendirian prodi ini dilandasi oleh kebutuhan penerapan Ilmu Biologi dan Kimia ke dalam bidang pangan, yang merupakan kebutuhan dasar manusia sepanjang waktu, dengan fokus pada bidang pengolahan pangan yang mencakup sektor pertanian, perikanan, serta pangan nabati dan hewani.
Kepada Radio Tirilolok, Kaprodi Teknologi Pangan UNWIRA, Maria Novalina Naben, S.Si., M.T.P memaparkan bahwa dengan mengusung visi “Menjadi program studi yang unggul dan kreatif dalam teknologi pengolahan industri pangan lokal sesuai perkembangan IPTEK, dengan nilai kerja tani dan wawasan global pada tahun 2027”, Prodi Teknologi Pangan memiliki sejumlah misi, yakni “Menyelenggarakan pembelajaran berkualitas di bidang teknologi dan industri pangan lokal; Melaksanakan penelitian ilmiah dan menerapkan hasilnya pada pengolahan pangan lokal; dan Menyediakan kegiatan intra dan ekstrakurikuler untuk menghasilkan lulusan berkarakter.”
Selain itu, prodi itu menargetkan beberapa tujuan, yaitu “Menghasilkan lulusan berkualitas dan berdaya saing; Menghasilkan penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkualitas; dan Menghasilkan lulusan dengan integritas, kreativitas, dan inovasi, berlandaskan nilai Kristiani, wawasan global, dan budaya lokal.”
Program Studi Teknologi Pangan berperan aktif dalam mendukung masyarakat, khususnya UMKM lokal, melalui pendampingan pengolahan pangan lokal, keamanan pangan, pelabelan produk, komposisi nilai gizi, serta pemahaman regulasi seperti sertifikasi halal, Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tak hanya itu, prodi ini turut berkontribusi dalam penerapan standar keamanan pangan guna meminimalkan risiko keracunan pangan.
Lebih lanjut, Maria menjelaskan bahwa prodi itu didukung oleh SDM kompeten dari dalam dan luar negeri, dengan lulusan yang dapat bekerja di bidang penelitian, kontrol kualitas, wirausahawan, atau industri pangan. Secara khusus, Prodi Teknologi Pangan menerapkan Ilmu Sains untuk meningkatkan nilai ekonomis pangan lokal melalui sertifikasi dan pengolahan optimal, didukung oleh laboratorium rekayasa pangan.
Dalam menerapkan pola pembelajaran, Prodi Teknologi Pangan mengikuti kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan metode pembelajaran beragam, di antaranya ceramah interaktif, project-based learning, studi kasus, mini project, praktikum, dan kuliah umum.
Sementara itu, berkaitan dengan penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, prodi ini berkontribusi dalam pembangunan melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), yang mendukung pengembangan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Untuk mendorong perkembangan mahasiswa berkelanjutan, diselenggarakan sejumlah kerja sama lintas sektor, yaitu secara internal lembaga, antara lain kerja sama dengan Prodi Ilmu Komunikasi untuk mata kuliah Public Speaking, Prodi Manajemen untuk pemasaran produk, serta Prodi Biologi dan Kimia untuk identifikasi dan pemetaan pangan lokal serta penelitian. Sedangkan secara eksternal, di antaranya ialah kerja sama dengan Universitas Timor Lorosae (UTL) Timor Leste, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Terbuka (UT) Cabang Kupang.
Kerja sama lainnya juga dijajaki bersama BPOM dan perencanaan berkelanjutan untuk menjalin kerja sama dengan industri dan UMKM daerah, Institusi Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang. Saat ini, prodi ini menjadi anggota aktif Perhimpunan Teknologi Pangan Indonesia (PAPTI).
Di akhir wawancara, Kaprodi Teknologi Pangan menegaskan perngharapan agar prodi tersebut dapat terus berkontribusi dalam pembangunan NTT melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia juga berharap agar dosen dan tenaga kependidikan mampu melayani mahasiswa dengan dedikasi penuh, sementara mahasiswa didorong untuk tetap semangat, kreatif, dan inovatif. Kepada masyarakat luas , ia mengharapkan agar mereka dapat mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Program Studi Teknologi Pangan UNWIRA Kupang.














