Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky G. Malelak, mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, membuka Festival Budaya Kelurahan Fatubesi, Rabu, (12/8/2026).
Festival mengusung tema “Satu Panggung, Sejuta Cerita, Fatubesi Merayakan Indonesia” dan berlangsung selama tiga hari.
Beragam kegiatan digelar, mulai dari karnaval budaya, tarian daerah, pemeriksaan kesehatan gratis, fashion show, baca puisi, pidato, panjat pinang, tarik tambang hingga lomba tarian daerah.
Dalam wawancara bersama wartawan, Hengky mengatakan Festival Budaya Fatubesi menjadi pelaksanaan ke-21 dari 51 kelurahan di Kota Kupang yang menggelar kegiatan serupa. Khusus Kecamatan Kota Lama, Fatubesi menjadi kelurahan keenam dari 10 kelurahan yang menyelenggarakan festival budaya.
Menurut Hengky, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga sarana menjaga serta merawat budaya sekaligus memperkuat kebersamaan dan kekeluargaan masyarakat.
Festival budaya juga dinilai mampu mendorong semangat gotong royong dan kolaborasi. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan menjadi gambaran nyata kebersamaan di tingkat kelurahan.
Selain pelestarian budaya, pemerintah mendorong agar festival berlangsung lebih dari satu hari sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pelaku UMKM.
Hengky mengajak masyarakat Kota Kupang terus terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperkuat keberagaman dan kebersamaan. Menurutnya, keberagaman etnis dan agama menjadikan Kota Kupang sebagai gambaran Indonesia dalam skala kecil.
Festival Budaya Fatubesi juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang untuk menjadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Keberagaman terlihat dalam rangkaian pembukaan festival. Salah satu penampilan berasal dari budaya Bali yang dibawakan anak-anak, menunjukkan keterlibatan berbagai latar belakang budaya dalam satu panggung.
Sementara itu, Lurah Fatubesi Anak Agung Gde S.M. Putra mengatakan rangkaian kegiatan melibatkan 18 RT, empat RW, masyarakat, serta sejumlah sekolah di wilayah Fatubesi, mulai dari TK hingga SMK.
Berbagai perlombaan digelar, antara lain tari tradisional, tari kreasi, pidato, baca puisi, fashion show, tarik tambang, serta sejumlah lomba kreasi lainnya.
Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai anak usia dini, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan masyarakat Fatubesi yang memiliki keberagaman etnis dan agama.
Anak Agung Gde S.M. Putra menyebut Fatubesi merupakan kelurahan pertama yang ditetapkan sebagai Kampung Kerukunan di Nusa Tenggara Timur. Status tersebut sekaligus menjadikan Fatubesi sebagai salah satu lokasi percontohan keberagaman agama, suku, dan ras di Kota Kupang.
Melalui Festival Budaya, persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat kembali diperkuat dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.














