Frater Niko Ajak Generasi Z Bangun Kesadaran Menjawab Panggilan Hidup

Menurut Frater Niko, "pengalaman berinteraksi secara langsung memiliki nilai yang jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar berkomunikasi melalui media digital."

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –  Radio TIRILOLOK kembali menghadirkan program Gen-Z Bicara dengan mengangkat tema “Perjalanan Iman Generasi Z dalam Menapaki Panggilan Hidup.”

Dialog interaktif tersebut berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK pada Rabu, (22/7/2026), dengan menghadirkan narasumber Fr. Nikodemus Obe, SVD.

Dalam dialog tersebut, Frater Niko menegaskan bahwa keluarga dan lingkungan memiliki peran strategis dalam mendampingi generasi muda menemukan serta menghayati panggilan hidupnya.

Orang tua, tetangga, dan masyarakat diharapkan aktif mendorong kaum muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter sekaligus memperdalam kehidupan iman.

“Kesadaran menjadi kunci utama. Seseorang yang menyadari manfaat sebuah kegiatan akan berusaha mencari informasi dan terlibat secara aktif tanpa harus selalu diajak. Sebaliknya, rendahnya kesadaran membuat partisipasi sulit tumbuh,” ujarnya.

Menurut Frater Niko, pengalaman berinteraksi secara langsung memiliki nilai yang jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar berkomunikasi melalui media digital.

Interaksi nyata mampu membangun relasi, menumbuhkan empati, serta memperkaya pengalaman hidup generasi muda.

Frater Niko mengatakan, kegiatan Orang Muda Katolik (OMK) menjadi salah satu wadah pembentukan karakter, persaudaraan, dan pengalaman hidup.

Melalui berbagai aktivitas, termasuk program live-in di rumah umat, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan baru, membangun relasi, serta merasakan suasana kekeluargaan yang memperkaya perjalanan iman.

Ia menilai wadah Orang Muda Katolik memiliki manfaat besar dalam membentuk kepedulian, kebersamaan, dan semangat pelayanan. Tantangan yang muncul pada era digital, katanya, perlu dijawab melalui pendampingan yang berkelanjutan agar partisipasi generasi muda dalam kehidupan menggereja tetap terpelihara.

Menutup dialog, Frater Niko membagikan empat prinsip sederhana sebagai pedoman menentukan prioritas hidup. Hal yang penting dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun sesama perlu segera dilakukan tanpa penundaan.

Hal yang bermanfaat bagi pengembangan pribadi dapat dikerjakan secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Hal yang kurang penting bagi diri sendiri tetapi bernilai bagi sesama sebaiknya didelegasikan kepada pihak yang memiliki kepentingan dan kemampuan. Sementara itu, hal yang tidak membawa manfaat bagi diri sendiri maupun sesama sebaiknya ditinggalkan.

Melalui pesan tersebut, Frater Niko berharap generasi muda semakin mampu membangun kesadaran, menentukan prioritas hidup secara bijaksana, serta menapaki panggilan hidup dengan penuh tanggung jawab, iman, dan semangat pelayanan.