Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Gen-Z Bicara bertema “Perempuan, Politik, dan Generasi Z: Membangun Kesadaran Krisis dan Realitas Sosial” pada Rabu, (25/2/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Talkshow tersebut menghadirkan Christin Banase, dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Nusa Cendana, sebagai narasumber.
Dalam dialog interaktif, Christin mengungkapkan bahwa sejumlah hasil survei menunjukkan Generasi Z tengah berada pada fase kesadaran terhadap realitas sosial yang semakin kompleks.
“Generasi Z hari ini tidak apatis tanpa alasan. Mereka justru sangat sadar terhadap berbagai persoalan sosial, mulai dari ketimpangan ekonomi, akses pendidikan, hingga peluang kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Menurut Christin, berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi politik belum sepenuhnya berdampak nyata terhadap kondisi hidup masyarakat, terutama bagi keluarga yang masih menghadapi kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses pendidikan.
“Partisipasi politik tidak boleh berhenti pada angka kehadiran di TPS atau sekadar ramai di media sosial. Jika setelah pemilu kondisi hidup masyarakat tidak banyak berubah, wajar jika muncul kekecewaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketimpangan sosial yang semakin terlihat turut mendorong sikap apatis terhadap politik. Hal ini, kata dia, menjadi tantangan serius bagi kalangan akademisi dan pemangku kebijakan.
“Kita tidak bisa hanya bangga pada keberhasilan prosedural seperti terselenggaranya pemilu lima tahunan.
Politik harus dimaknai secara substantif, yakni sebagai sarana untuk menghadirkan kesejahteraan bersama,” tegas Christin.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa sikap abai terhadap proses politik berpotensi memperlebar jarak menuju kesejahteraan serta memperkuat kemiskinan dan ketimpangan sosial.
“Ketika masyarakat memilih diam, ruang pengawasan menjadi lemah. Di situlah kebijakan bisa melenceng dari kepentingan publik,” ujarnya.
Sebaliknya, kepedulian, sikap kritis, serta keberanian untuk mengawasi dan mengoreksi kebijakan pemerintah dinilai sebagai langkah penting dalam memperbaiki kualitas politik di Indonesia.
“Generasi Z memiliki energi, literasi digital, dan keberanian bersuara. Itu modal besar untuk mendorong politik yang lebih adil dan inklusif,” katanya.
Dengan demikian, politik diharapkan dapat berjalan sesuai substansinya, yakni menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Generasi Z—kelompok yang lahir sekitar 1997 hingga 2012—dinilai memiliki peran strategis dalam dinamika politik nasional ke depan.














