Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri secara resmi ibadah syukur Ma’somba Tedong dan Ma’Pabendan Bate dalam rangka pentahbisan Gedung Gereja Toraja Jemaat Kupang.
Acara berlangsung pada Jumat, (30/5/2025), dengan mengusung tema “Demikianlah Hendaklah Terangmu Bercahaya di Depan Orang” yang diambil dari Matius 5:16.
Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa ibadah syukur memiliki makna yang dalam.
Selain sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, prosesi melambangkan semangat persatuan yang menjadi kunci keberhasilan. Melalui kebersamaan, pembangunan gereja dapat terwujud.
Persatuan yang dimaksud tidak hanya dalam lingkup keluarga besar Toraja, tetapi juga merangkul seluruh komunitas yang ada di Kota Kupang—termasuk keluarga besar dari Makassar, Manado, dan Flores.
Kebersamaan menjadi kekuatan untuk menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat kota.
Mengutip pepatah Latin yang disampaikan oleh salah satu tokoh, “Ubi Concordia, Ibi Victoria,” yang berarti “Di mana ada persatuan, di situ ada kemenangan.”
Sementara itu, Ketua Panitia Pentahbisan sekaligus Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo, S.H., M.H., menjelaskan bahwa gedung gereja yang baru tetap dibangun sebagai rumah ibadah, namun dengan sentuhan arsitektur dan adat istiadat khas Toraja.
Bangunan gereja mengadopsi bentuk rumah Tongkonan, simbol kearifan lokal yang mengandung makna spiritual dan kekeluargaan.
Prosesi pentahbisan pun mengikuti tradisi peresmian rumah adat Tongkonan sebagai wujud penghormatan terhadap nilai budaya yang diyakini membawa berkat bagi generasi penerus.
Gedung Gereja Toraja diyakini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan juga rumah Tuhan.
Sebagai informasi tambahan, peletakan batu pertama gereja dilakukan oleh Wakil Wali Kota Kupang periode 2017–2022, almarhum dr. Hermanus Man, pada (4/6/2017).














