Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya diisi dengan kegiatan penguatan gerakan koperasi, tetapi juga aksi sosial dengan mengunjungi panti asuhan di Kota Kupang.
Aksi sosial tersebut digelar setelah gerak jalan sehat yang diikuti sekitar 500 peserta pada Kamis (13/8/2026).
Insan koperasi menyerahkan bantuan berupa sembako dan alat tulis kepada anak-anak panti.
Dalam wawancara bersama wartawan, Ketua Dekopinwil NTT Paulus Rante Tadun mengatakan, perkembangan koperasi di NTT secara kuantitatif cukup pesat.
Sejumlah koperasi bahkan telah memiliki jaringan di beberapa provinsi dan berkembang menjadi koperasi primer tingkat nasional.
“NTT menjadi salah satu barometer gerakan koperasi di Indonesia. Namun, perkembangan jumlah dan skala usaha koperasi harus diikuti dengan kontribusi yang lebih nyata terhadap pengentasan kemiskinan,” ujar Paulus.
Menurut beliau, koperasi perlu mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif. Sebab, sebagian besar koperasi masih bergerak pada sektor simpan pinjam dengan pembiayaan yang banyak digunakan untuk kebutuhan konsumtif.
“Ke depan, pembiayaan koperasi perlu lebih diarahkan pada kegiatan produktif agar anggota mampu menghasilkan pendapatan dan memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.
Selanjutnya, Ketua Dekopinda Kota Kupang Nyoman Radjendra mengatakan, aksi sosial merupakan bagian dari upaya memperkenalkan nilai koperasi kepada masyarakat.
“Koperasi bukan hanya tentang kesejahteraan anggota, tetapi juga tentang kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Nyoman.
Pada tahun ini, kunjungan dilakukan ke tiga panti asuhan yang mewakili tiga kelompok agama, yakni Protestan, Katolik dan Islam. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kepedulian sosial insan koperasi.
Sementara itu, General Manager Kopdit Solidaritas Paroki Santa Maria Assumpta Kupang Urbanus Reko mengatakan, bantuan dikumpulkan secara sukarela oleh koperasi primer tingkat kota, provinsi hingga nasional.
“Bantuan yang terkumpul tahun ini cukup besar. Ini menunjukkan kesadaran anggota koperasi untuk berbagi semakin tumbuh,” kata Urbanus.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Panti Asuhan Kasih yang menampung sekitar 30 anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Bantuan yang disalurkan antara lain beras, minyak goreng, telur dan gula.
Urbanus menilai kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pelayanan.
“Semangat koperasi bukan hanya membangun kesejahteraan bersama, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di luar lingkungan koperasi,” ujarnya.
Melalui aksi sosial tersebut, peringatan Hari Koperasi ke-79 di NTT diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan koperasi, tetapi juga menegaskan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial gerakan koperasi.














