Hidup dalam Sabda: Allah Adalah Sumber Keadilan yang Mengubah Hati

Hari ini kita merayakan Hari Minggu Kitab Suci Nasional dengan tema "Allah adalah sumber keadilan”. Kita membuka bulan Kitab Suci hari ini, di mana kita mengarahkan seluruh perhatian dan pandangan kita kepada Allah sebagai sumber kebenaran dan keadilan sejati. Bulan Kitab Suci ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk membaktikan lebih banyak waktu membaca Kitab Suci, karena melalui Sabda Allah kita diajak untuk memahami keadilan sejati yang berasal dari Allah sendiri.

Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pada bulan September 2024

Hari ini kita merayakan Hari Minggu Kitab Suci Nasional dengan tema “Allah adalah sumber keadilan”. Kita membuka bulan Kitab Suci hari ini, di mana kita mengarahkan seluruh perhatian dan pandangan kita kepada Allah sebagai sumber kebenaran dan keadilan sejati. Bulan Kitab Suci ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk membaktikan lebih banyak waktu membaca Kitab Suci, karena melalui Sabda Allah kita diajak untuk memahami keadilan sejati yang berasal dari Allah sendiri.

Santo Hieronimus dengan bijak mengatakan, “Ketika kita berdoa kita berbicara kepada Allah, sedangkan ketika kita membaca Kitab Suci, Allah berbicara kepada kita.” Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya hubungan timbal balik antara doa dan membaca Kitab Suci. Ketika kita berdoa, kita mencurahkan hati kita kepada Allah, tetapi melalui Kitab Suci, Allah mencurahkan kehendak dan kasih-Nya kepada kita. Ini adalah dialog ilahi yang mengarahkan kita pada pemahaman lebih dalam tentang keadilan yang sejati dan transformasi hati.

Dalam Injil Markus 7:1-8, 14-15, 21-23 yang kita bacakan hari ini, memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Yesus mengkonfrontasi legalisme agama yang telah kehilangan esensi keadilan dan kasih. Dalam perikop ini, Yesus menegur orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang lebih mementingkan tradisi manusia daripada perintah Allah. Mereka mengkritik murid-murid Yesus karena tidak mencuci tangan sebelum makan, namun Yesus menegaskan bahwa kejahatan tidak berasal dari hal-hal luar yang masuk ke dalam manusia, melainkan dari apa yang keluar dari hati manusia.

Yesus mengatakan, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya. Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan dan kebebalan” (Markus 7:20-22). Ini menunjukkan bahwa keadilan sejati yang berasal dari Allah dimulai dari hati yang bersih, hati yang dipenuhi oleh Sabda Tuhan, bukan oleh tradisi kosong atau ritual tanpa makna.

Membaca Kitab Suci dalam terang tema ini membantu kita menyadari bahwa keadilan yang sejati bukan hanya tentang mematuhi aturan dan hukum eksternal, tetapi tentang transformasi hati dan pikiran kita agar selaras dengan kehendak Allah. Kitab Suci bukan sekadar kumpulan kata-kata, tetapi adalah Sabda yang hidup dan aktif, yang mampu menembus hati kita dan mengubahnya dari dalam ke luar.

Bulan Kitab Suci ini adalah undangan bagi kita semua untuk memperdalam relasi kita dengan Allah melalui Firman-Nya. Ketika kita merenungkan Injil dan seluruh Kitab Suci, kita memberikan kesempatan kepada Allah untuk berbicara kepada kita, menuntun kita pada jalan keadilan dan kebenaran. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk membiarkan Sabda Tuhan menegur, mengoreksi, dan memurnikan hati kita, sehingga kita dapat hidup sesuai dengan keadilan yang Allah kehendaki. Atau apa yang diungkapkan oleh Santo Paulus dalam suratnya yang ke 2 Timotius 3:16 bahwa “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Semoga Bulan Kitab Suci tahun ini sebagai momen untuk lebih setia dalam mendengarkan Sabda Tuhan. Dengan membaca Kitab Suci setiap hari, kita membuka diri terhadap kehadiran Allah yang terus berbicara dan bekerja dalam hidup kita. Semoga Firman-Nya menjadi cahaya yang menerangi jalan kita, menuntun kita pada keadilan sejati yang mengalir dari hati yang diubahkan oleh kasih dan kebenaran-Nya. Sebab, Allah adalah sumber keadilan yang mengubah, dan melalui Sabda-Nya, kita dipanggil untuk menjadi pembawa keadilan dalam dunia ini.