Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – SMKN 2 Kupang merayakan HUT ke-61 yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (24/8/2026), di halaman sekolah. Perayaan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dengan subtema “SMK Negeri 2 Kupang Unggul yang Berkarya.”
Kegiatan diawali misa syukur yang dipimpin Romo Amandus Nuban, Pr.
Perayaan dihadiri perwakilan Lurah Fatubesi, LPM Fatubesi, Bhabinkamtibmas, Korwas Kota Kupang, alumni, mantan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan siswa.
Dalam sambutannya, Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, S.Pd., M.Si., mengajak seluruh warga sekolah menjadikan momentum HUT sebagai refleksi untuk meningkatkan integritas, pelayanan dan tanggung jawab dalam mendidik siswa.
Ia menegaskan, SMKN 2 Kupang berkomitmen menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, adaptif, serta mampu bekerja, melanjutkan pendidikan maupun berwirausaha.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekayaan dan kekuatan untuk saling melengkapi,” ujar Hebner.
Sementara itu, alumni SMKN 2 Kupang, Agustinus Wuru, mengingatkan siswa agar tidak menjadikan pendidikan semata-mata sebagai jalan untuk menjadi pegawai negeri.
“Bersekolah bukan hanya untuk menjadi pegawai negeri, tetapi untuk membekali diri dengan ilmu dan keterampilan agar mampu memenuhi kebutuhan hidup,” katanya.
Ketua Panitia, Yohanes Calvin Lomi, mengatakan rangkaian HUT diisi berbagai kegiatan, di antaranya Ranking 1, futsal, voli, tarik tambang, Mobile Legends, storytelling, jalan santai dan bakti sosial.
Bakti sosial dilakukan di sejumlah tempat, termasuk Gereja GMIT Ebenhaezer Oeba, Pasar Oeba, Gereja Katedral Kupang dan Masjid Al-Fatah Kampung Solor. Panitia juga menggalang donasi bagi korban gempa di Flores yang hingga puncak acara mencapai Rp10 juta.
Yohanes berharap semangat HUT tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus diwujudkan melalui semangat belajar, berkarya, berinovasi, berprestasi, nasionalisme dan kepedulian sosial.
“Setiap perbedaan hendaknya tidak menjadi alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk saling melengkapi,” ujarnya.














