Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Lebih dari satu bulan pasca bencana gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus lalu, aneka bantuan terus disalurkan oleh berbagai pihak. Salah satunya ialah Kongregasi Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini / SVD).
Melalui Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (Justice, Peace, and Integrity of Creation / JPIC), SVD Provinsi Timor berkoordinasi dengan JPIC SVD Ruteng dan JPIC SVD Ende terus bergerak mendistribusikan sumbangan kepada mereka yang membutuhkan di wilayah-wilayah terdampak.
Perhatian tak hanya tertuju untuk para korban di Flores, tetapi juga kepada keluarga korban yang tengah berada di perantauan, termasuk para mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang. Sebagai Perguruan Tinggi di bawah naungan SVD, UNWIRA ikut ambil bagian untuk memenuhi kebutuhan sejumlah mahasiswanya yang harus bertahan di tengah keterbatasan.
Komitmen tersebut terwujud melalui penyerahan bantuan kemanusiaan oleh JPIC Provinsi SVD Timor kepada mahasiswa UNWIRA yang terdampak gempa, pada Jumat (18/09). Berlangsung di Gedung Rektorat UNWIRA Kampus Penfui, sebanyak 147 paket bantuan diserahkan kepada para mahasiswa dari beragam fakultas dan program studi.
Perwakilan JPIC Provinsi SVD Timor, Br. Yohanes Arman, SVD dalam penyampaiannya menekankan pentingnya solidaritas sebagai kekuatan utama untuk membangun kembali kehidupan pasca bencana. Ia menjelaskan bahwa SVD telah bekerja sama dengan banyak unsur, untuk terlibat secara langsung di lokasi terdampak, maupun ikut andil lewat cara lain.
Bersama P. Steri Pantas, SVD yang juga hadir mewakili JPIC SVD Timor, Br. Arman berharap bahwa para mahasiswa yang terdampak, dapat terus memfokuskan diri untuk melanjutkan studi dengan tekun. Ia mendorong mereka untuk tidak berhenti belajar, sebagai bentuk dedikasi untuk kelak melanjutkan pembangunan NTT, khususnya di Pulau Flores.
Sementara itu, Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., MA., menyebut bahwa keterlibatan UNWIRA untuk membantu para korban tidak terbatas pada donasi fisik, tetapi juga keseriusan untuk memberikan perhatian kepada mahasiswa UNWIRA yang terdampak. Selain penyaluran bantuan sembako, pihak kampus juga akan melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang bakal menerima keringanan pembayaran SKS (Sistem Kredit Semester).
Tidak hanya itu, UNWIRA akan mengirimkan tim khusus dari Fakultas Teknik, terutama Program Studi Arsitektur, untuk melakukan survei dan perancangan guna membangun kembali fasilitas dan pemukiman warga yang tahan gempa. Kepada mahasiwa penerima bantuan, ia berpesan untuk tetap setia pada tugas belajar sekaligus bertekun dalam iman dan harapan akan kehidupan yang lebih baik ke depan.
Adapun acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari JPIC SVD Timor kepada pimpinan UNWIRA, untuk kemudian disalurkan kepada para penerima manfaat.














