Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Penjualan ubi goreng seharga Rp10.000 per bungkus di kawasan Jalan Timor Raya, Kota Kupang, masih menjadi pilihan camilan favorit masyarakat.
Di tengah beragam jajanan yang terus bermunculan, pedagang tetap mampu mempertahankan penjualan berkat harga yang terjangkau dan cita rasa yang disukai pelanggan.
Pada Senin, (3/8/2026), wartawan Radio TIRILOLOK berkesempatan berbincang dengan Mita, pedagang ubi goreng yang telah menekuni usaha tersebut selama enam tahun.
Aktivitas berjualan menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan tiga anak.
Saat penjualan ramai, pendapatan harian dapat mencapai sekitar Rp500 ribu. Ubi goreng dijual dengan harga Rp10 ribu per bungkus sehingga tetap diminati masyarakat.
Anak pertama sedang menempuh pendidikan di kelas 2 sekolah dasar, anak kedua masih duduk di taman kanak-kanak, sedangkan anak bungsu masih berusia bayi. Hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta biaya pendidikan.
Bahan baku ubi diperoleh dari pasar dengan harga sekitar Rp20 ribu per ikat. Modal awal untuk memulai usaha mencapai kurang lebih Rp300 ribu.
Berbagai tantangan menjadi bagian dari perjalanan usaha selama bertahun-tahun.
Semangat untuk terus berjualan tetap terjaga demi memenuhi kebutuhan keluarga dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi ketiga anak.
Usaha sederhana tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras dan ketekunan mampu menjadi penopang kehidupan keluarga.














