Kelompok Tunanetra Katolik (KETUT) Kupang Rayakan Paskah Bersama di Biara BBG Kupang

KETUT mulai dibentuk pada tahun 2001 di Sikumana.

Kelompok Tunanetra Katolik (KETUT) Kupang mengadakan perayaan Paskah bersama di Biara Bruder Beato Gregorius (BBG) Kupang pada Minggu, 4 Mei 2025. Kegiatan ini diawali dengan doa Rosario bersama, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi, sesi sharing, dan ditutup dengan makan bersama.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pater Hendrikus Saku Bouk, SVD. Dalam homilinya, Pater Hendrik menyampaikan tiga pokok refleksi yang relevan dengan makna kebangkitan Kristus dan tantangan hidup umat masa kini.

Pertama, ia menekankan pentingnya keberanian dalam mewartakan kebenaran. Dengan meneladani Maria Magdalena yang menjadi saksi pertama kebangkitan Kristus dan tidak ragu menyampaikan kabar itu kepada para rasul, umat diajak untuk hidup dalam kejujuran serta menjadi pewarta kebenaran di tengah masyarakat. Pater Hendrik menegaskan bahwa berkata jujur sering kali menuntut keberanian, terutama ketika kebenaran itu tidak menyenangkan atau berisiko.

Kedua, Pater Hendrik mengajak umat untuk mengembangkan sikap kritis dalam menerima informasi. Ia mengangkat teladan Rasul Tomas, yang tidak serta-merta percaya pada berita kebangkitan sebelum melihat dan menyentuh sendiri luka-luka Yesus. Sikap ini bukan semata-mata bentuk keraguan, melainkan panggilan untuk mencari kebenaran secara mendalam. Di tengah maraknya penyebaran berita palsu, umat diajak untuk bersikap kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks.

Ketiga, umat diajak untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Melalui kisah Rasul Petrus yang dengan taat mengikuti perintah Yesus untuk menebarkan jala meskipun sebelumnya gagal menangkap ikan, Pater Hendrik menegaskan bahwa keberhasilan sejati terletak pada kepercayaan dan ketaatan kepada Tuhan. Dalam berbagai pergumulan hidup dan pelayanan, umat diajak untuk menyerahkan diri kepada bimbingan Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri semata.

Selanjutnya, dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK, Pater Hendrik menyampaikan bahwa doa dan kegiatan yang dilaksanakan bersama kelompok KETUT bertujuan untuk mendorong rasa persatuan di antara para anggotanya, sebagaimana para murid dahulu bersatu dalam mewartakan kebangkitan Kristus.

Lebih lanjut, Pater Hendrik juga mengungkapkan rencananya untuk melibatkan anggota KETUT dalam kegiatan bedah buku mengenai 150 tahun karya misi Serikat Sabda Allah (SVD). Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong keterlibatan aktif anggota KETUT dalam menyongsong perayaan 150 tahun SVD.

Di akhir wawancara, Pater Hendrik menyampaikan harapannya agar kelompok KETUT tetap hidup dan bersatu. Ia meyakini bahwa sebagaimana Kristus pernah berdoa kepada Bapa untuk persatuan para murid-Nya, demikian pula Ia akan terus mendoakan kelompok ini.

KETUT mulai dibentuk pada tahun 2001 di Sikumana.

Penulis: Fr. Loys JewaruEditor: Ina Kaseh