Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Sosok Joseray Arimata Lopes Da Cruz atau akrab disapa Jeray mencuri perhatian dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Pascasarjana (S2) Angkatan XLV dan Sarjana (S1) Angkatan LXXIV Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang digelar di Aula St. Maria Immaculata, Rabu (25/3/2026).
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer ini sukses meraih predikat lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79, yang ditempuh hanya dalam waktu tiga setengah tahun atau tujuh semester.
“Perkenalkan, nama saya Jeray dari Prodi Ilmu Komputer,” ujarnya saat diwawancarai.
Momentum penting terjadi saat ia mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada semester empat dengan pertukaran mahasiswa ke Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam meningkatkan semangat belajarnya.
“Bertemu banyak orang dari seluruh Indonesia membuat saya lebih termotivasi untuk berkembang,” ungkapnya.
Memasuki semester tujuh, Jeray harus berpacu dengan waktu. Beban akademik yang mencakup Kuliah Kerja Nyata (KKN), proposal, hingga skripsi dijalani secara bersamaan.
Meski demikian, ia mampu menyelesaikan semuanya dengan hasil gemilang.
Dalam penelitian skripsinya, Jeray mengangkat topik pembelajaran mesin (machine learning) untuk mendeteksi serangan siber. Ia memanfaatkan data publik yang dihimpun oleh instansi CIC dan mengembangkan program secara mandiri.
“Program ini melatih komputer mengenali pola dari data, sehingga bisa memprediksi apakah suatu aktivitas termasuk serangan siber atau tidak,” jelasnya.
Pada wisuda kali ini, tercatat sebanyak 74 mahasiswa dari Prodi Ilmu Komputer diwisuda, bersama 40 mahasiswa Teknik Sipil dan 11 mahasiswa Arsitektur dalam satu fakultas.
Ke depan, Jeray berencana untuk terus mengasah kemampuan pemrogramannya sekaligus membuka peluang kerja maupun proyek freelance.
“Bidang ilmu komputer itu luas, tidak harus terpaku pada satu instansi,” katanya.
Ia juga menitipkan pesan bagi sesama wisudawan agar tidak cepat berpuas diri.
“Ini bukan akhir, tapi awal untuk bertahan di dunia nyata. Terus belajar dan kembangkan diri, agar suatu saat kita bisa bertemu lagi dalam versi terbaik kita,” tutupnya.
Diketahui, Jeray merupakan putra asal Timor Leste yang lahir dan besar di Kota Kupang.














