Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Viral NTT bertema “Anak, Buku dan Cerita Kehidupan” pada Sabtu, (23/5/2026), di Studio Radio TIRILOLOK. Dialog interaktif menghadirkan Education Officer UNICEF NTT, Robertus Raga Djone, serta Penulis Bahan Bacaan Literasi Nasional, Robertus Fahik.
Dalam dialog tersebut, Education Officer UNICEF NTT, Robertus Raga Djone menjelaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus prioritas melalui dukungan terhadap pembelajaran berkualitas pada jenjang dasar kelas awal dan pengembangan anak usia dini secara holistik dan integratif.
Menurut Robertus Raga, fase usia dini sangat menentukan karena perkembangan otak berlangsung sangat cepat pada masa tersebut. Dukungan gizi dan stimulasi yang tepat dinilai mampu mendorong perkembangan optimal, terutama pada aspek kognitif dan bahasa.
Buku cerita disebut menjadi pintu masuk yang efektif dalam mendukung proses tersebut. Membaca tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memahami teks secara teknis, melainkan juga memahami realitas kehidupan.
Cerita-cerita kontekstual yang mengangkat persoalan lokal dinilai mampu mendekatkan anak dengan lingkungan sekitar. Tema seperti imunisasi, pneumonia, kesiapan bersekolah, hingga persoalan gizi dapat disampaikan melalui buku cerita dengan bahasa yang mudah dipahami anak.
Pendekatan tersebut juga mendorong minat baca karena isi bacaan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain meningkatkan kemampuan membaca, buku cerita diharapkan mampu membangun perubahan perilaku serta memberi kontribusi terhadap penyelesaian persoalan sosial di masa depan.
Sementara itu, Penulis Bahan Bacaan Literasi Nasional, Robertus Fahik menjelaskan bahwa penulisan cerita anak memiliki pendekatan teknis yang berbeda dibandingkan jenis tulisan lain. Penulisan dilakukan dengan memperhatikan jenjang pembaca, jumlah kata, hingga kalimat pada setiap halaman.
Kegiatan literasi tersebut diawali dengan bimbingan teknis bagi guru PAUD dan guru kelas awal SD dari Kabupaten Sumba Timur dan Sumba Barat Daya, wilayah dampingan UNICEF. Para peserta mendapat pelatihan dasar penulisan cerita anak sekaligus pendampingan dalam menyusun naskah bertema isu sosial dan kesehatan.
Sebanyak 10 tema disiapkan, mulai dari pneumonia, perundungan, imunisasi, hingga persoalan gizi. Setiap kelompok mengembangkan satu tema menjadi cerita anak yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan masyarakat.
Proses penulisan dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pelatihan, presentasi naskah, mentoring daring, ilustrasi, penyuntingan, hingga uji keterbacaan di sekolah bersama anak-anak dan guru.
Dari seluruh karya yang dihasilkan, dipilih masing-masing 10 naskah terbaik dari Sumba Timur dan Sumba Barat Daya untuk diterbitkan menjadi bahan bacaan literasi.
Untuk diketahui, buku-buku tersebut sudah dapat diakses secara gratis melalui laman resmi Balai Bahasa NTT dan tersedia pula dalam edisi cetak terbatas.
Berdasarkan data Tingkat Kegemaran Membaca (TGM), skor Provinsi NTT tercatat mencapai 62,05.














