Mahasiswa UNWIRA Kupang Berikan Pelatihan Dasar Jurnalistik untuk Siswa SDK St. Yohanes Baobolak

Susana Almita Do mengemas materi pelatihan secara interaktif dan kreatif agar siswa dapat memahami dasar-dasar jurnalistik.

Lewoleba, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Susana Almita Do, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang, melaksanakan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan memberikan pelatihan dasar jurnalistik kepada siswa-siswi SDK St. Yohanes Baobolak yang terletak di Desa Baobolak, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum sekaligus kemampuan menyampaikan hasil liputan berita secara percaya diri.

Dalam program yang berlangsung selama satu bulan tersebut, Susana Almita Do mengemas materi pelatihan secara interaktif dan kreatif agar siswa dapat memahami dasar-dasar jurnalistik. Materi yang diberikan meliputi pengenalan profesi wartawan, teknik penulisan berita sederhana menggunakan metode 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, How), serta praktik wawancara yang bertujuan mengasah kemampuan bertanya dan berinteraksi secara langsung.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang tidak hanya bermanfaat di dunia jurnalistik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam berbicara di depan umum,” ujar Susana Almita Do.

Salah satu rangkaian kegiatan yang paling menarik adalah simulasi pembuatan berita dan praktik wawancara antar siswa dengan teman atau guru. Selain itu, diadakan juga lomba wartawan kecil-kecilan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kemampuan jurnalistik mereka dalam situasi nyata. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga memotivasi siswa untuk terus mengembangkan potensi mereka. Pemenang lomba mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program MBKM yang dijalankan oleh mahasiswa Kupang sebagai wujud pengaplikasian ilmu komunikasi dan jurnalistik yang diperoleh di bangku kuliah. Program ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa SD di Desa Baobolak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi profesional dan sosial.

“Program ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam masyarakat sekaligus meningkatkan kemampuan mengajar dan membimbing,” tambah Susana.

Dengan pelatihan dasar jurnalistik ini, siswa SDK St. Yohanes Baobolak diharapkan dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan informasi dan memiliki wawasan awal tentang dunia jurnalistik. Selain itu, keterampilan berbicara di depan umum yang diasah melalui pelatihan ini akan membantu mereka dalam berbagai aspek kehidupan, baik akademik maupun sosial.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan literasi media di kalangan anak-anak Desa Baobolak, sehingga mereka mampu memilah informasi dengan kritis dan bertanggung jawab.