Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar Acara Talkshow Viral NTT dengan tema “Misi Lintas Batas: Dari Lamaknen, Belu–Timor ke Argentina Timur”, Sabtu, (3/10/2026), di Studio Radio TIRILOLOK.
Acara Talkshow tersebut menghadirkan Pater Fidelis Mali, SVD, Misionaris SVD di Argentina Timur, dan Dr. Anton Bele, M.Si., Tokoh Umat sekaligus Anggota Soverdia Kupang.
Dalam dialog tersebut, Pater Fidelis Mali membagikan pengalaman menjalankan karya misi di Argentina sejak tiba pada 10 Oktober 2022. Ia menceritakan tantangan yang dihadapi, mulai dari bahasa, budaya, hingga proses beradaptasi dengan kehidupan masyarakat setempat.
“Saya ditahbiskan pada 1 Oktober 2021. Setahun kemudian, tepatnya 10 Oktober 2022, saya tiba di Argentina dengan segala sesuatu yang baru. Saya tidak membawa konsep yang pasti tentang kebiasaan dan budaya di sana. Prinsip saya adalah pergi dan belajar,” ujar Pater Fidelis.
Ia mengaku tiba di Argentina tanpa mengetahui satu kata pun dalam bahasa Spanyol. Bahkan, sebelumnya ia mengira masyarakat Argentina menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
“Ketika tiba di bandara, saya menyapa seseorang dalam bahasa Inggris. Namun, orang tersebut menjawab saya dalam bahasa Spanyol. Saya kaget. Pengalaman awal saya di Argentina benar-benar penuh kejutan,” katanya.
Menurut Pater Fidelis, kemampuan berbahasa menjadi salah satu kunci utama bagi seorang misionaris untuk beradaptasi.
“Kami dituntut bukan hanya untuk berinkulturasi, tetapi juga masuk sampai pada tahap akulturasi. Karena itu, kami harus belajar bahasa sekaligus memahami kebiasaan dan budaya masyarakat di tempat kami diutus,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Anton Bele membagikan pengalaman masa kecilnya ketika berinteraksi dengan para misionaris SVD di Lamaknen.
Anton Bele mengatakan, pengalaman tersebut meninggalkan sejumlah nilai penting dalam dirinya, terutama tentang kesederhanaan, kemampuan beradaptasi, kepedulian terhadap masyarakat, serta kehidupan doa.
“Yang saya lihat pertama adalah kesederhanaan. Para misionaris makan sederhana, tidur sederhana, dan berusaha hidup seperti masyarakat yang mereka layani,” kata Anton.
Menurut Anton Bele, para misionaris juga menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan.
“Mereka mau belajar, mampu beradaptasi, menyayangi manusia, alam dan binatang. Mereka juga memiliki kehidupan doa yang kuat. Nilai-nilai itulah yang saya timba dari pengalaman bersama para misionaris SVD,” ujarnya.
Acara Talkshow tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai karya misi lintas budaya, sekaligus menggambarkan bagaimana seorang misionaris dituntut untuk belajar bahasa, memahami budaya, membangun relasi, dan beradaptasi dengan masyarakat di tempat perutusan.














