Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Senin, (10/11/2025), bertempat di lantai 1 Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT, digelar konferensi pers dengan tema “NTT sebagai Tuan Rumah Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS)”. Hadir dalam kesempatan itu Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI Endah T.D. Retnoastuti, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, serta jajaran lainnya.
Dalam keterangannya, Gubernur Melki Laka Lena menjelaskan bahwa kegiatan Indonesia Pacific Cultural Synergy atau IPACS 2025 akan diikuti oleh menteri kebudayaan dan delegasi dari 17 negara Pasifik. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan acara ini merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan NTT dipercaya sebagai tuan rumah pelaksana.
“Kegiatan ini sangat strategis dan menjadi pintu masuk bagi NTT untuk semakin terhubung dengan kawasan Pasifik. Besok, enam belas negara Pasifik akan berkumpul di Kupang. Ini kesempatan bagi kita menampilkan potensi daerah, baik budaya, kuliner, maupun karya kreatif lainnya. Konektivitas antara Indonesia dan negara-negara Pasifik, terutama provinsi-provinsi yang berada di lingkar Pasifik seperti Papua, Maluku, Sulawesi Utara, dan NTT, akan semakin nyata,” ujarnya.
Melki Laka Lena menambahkan bahwa acara ini juga akan menghasilkan deklarasi bersama yang berisi komitmen memperkuat hubungan kerja sama di bidang budaya, lingkungan, dan perubahan iklim antarnegara Pasifik. “Deklarasi ini akan menjadi dasar kerja sama budaya dan lingkungan yang berkelanjutan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan yang luar biasa terhadap penyelenggaraan IPACS 2025.
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajaran Pemprov NTT atas dukungannya terhadap inisiatif Kementerian Kebudayaan. Kupang kami pilih karena letaknya strategis di lingkar Pasifik dan memiliki kedekatan budaya dengan negara-negara Pasifik lainnya,” ujar Endah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan IPACS 2025 bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga bentuk diplomasi kebudayaan untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara Pasifik. “Selama ini Indonesia belum banyak melakukan pendekatan budaya dengan negara-negara Pasifik. Padahal kita memiliki banyak kesamaan, mulai dari budaya pesisir, pengelolaan sumber daya alam, hingga tradisi dan kesenian. Melalui acara ini, kita ingin memperluas pengaruh budaya Indonesia sekaligus memperkuat kerja sama menghadapi isu global seperti perubahan iklim,” jelasnya.
Endah menambahkan bahwa kegiatan IPACS 2025 di Kupang akan menampilkan pameran kebudayaan, residensi seniman, pertunjukan musik dan tari, hingga cultural night. “Kami juga menyiapkan berbagai kegiatan edukatif seperti storytelling dan workshop untuk anak-anak muda. Bahkan setiap delegasi akan menerima sasando sebagai cendera mata, bukan sekadar pajangan tetapi alat musik yang benar-benar bisa dimainkan,” katanya.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma turut mengimbau masyarakat untuk menyambut dan menjaga kelancaran acara ini. “Saya mengajak seluruh masyarakat NTT, khususnya warga Kupang, untuk bersama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung. Ini bukan sekadar acara budaya, tetapi kehormatan besar karena NTT dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan internasional yang melibatkan 17 negara. Tentu penunjukan ini mendapat persetujuan Presiden, dan kita harus menunjukkan bahwa NTT mampu menjadi tuan rumah yang baik,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi budaya dan diplomasi, penyelenggaraan IPACS 2025 di Kupang diharapkan menjadi momentum penting bagi NTT untuk memperkuat posisi sebagai gerbang Indonesia menuju Pasifik.
IPACS 2025 dilaksankan dari tanggal 11–13 November 2025.














