Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK mengadakan acara “Viral NTT” dengan topik “Memaknai Panggilan Hidup Membiara”. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Frater Loys Jewaru, SVD, dan Bruder Martin Namang, SVD, yang berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK pada Sabtu,(10/8/2024).
Dalam dialog interaktif, Frater Loys menjelaskan bahwa makna hidup membiara terletak pada kerelaan. Menurutnya Frater Loys, inti dari kehidupan membiara adalah pelayanan kepada orang lain. Frater Loys menekankan pentingnya kerelaan untuk hidup dalam kemurnian, ketaatan, dan kesederhanaan. Dalam ordo SVD, para biarawan mengikrarkan kaul-kaul sebagai janji hidup membiara, yang mencakup selibat (tidak menikah), mematuhi aturan biara, dengan mengikuti perintah atasan serta hidup sederhana.
Frater Loys menambahkan, kerelaan untuk menjalani semua itu adalah makna terdalam dari hidup membiara. Jika seseorang rela dan mau, mereka akan merasa nyaman tinggal di dalam biara; sebaliknya, jika tidak sepenuhnya siap, mereka akan merasa terbebani. Pelayanan kepada semua orang adalah hal yang utama dalam hidup membiara.
Frater Loys berharap agar kehidupan membiara tetap hidup dan memberi kontribusi bagi pertumbuhan bangsa dan gereja.
Sementara itu, Bruder Martin menyatakan yakni makna terdalam menjadi seorang biarawan, khususnya SVD, adalah pelayanan. Berdasarkan pengalaman pribadinya, Bruder Martin menilai pelayanan sebagai hal yang paling utama.
Bruder Martin berharap agar dalam membagikan kasih kepada orang lain, pelayanan dapat menjadi hal yang luar biasa, mencerminkan teladan Tuhan Yesus. Bruder Martin juga berharap agar SVD ke depannya lebih maju dengan pelayanan yang lebih beragam dan agar generasi muda dapat belajar dari para senior. Selain itu, Bruder Martin menjelaskan syarat masuk bruder yang meliputi surat keterangan sehat, tes bahasa dan mata pelajaran umum, surat keterangan dari pastor paroki, serta izin orang tua. Saat ini, minat untuk menjadi bruder sangat rendah, dengan angkatan mereka hanya menyisakan satu orang dari sepuluh peserta awal.
Bruder yang berarti merujuk pada kaum tidak tertahbis yang mengabdikan hidupnya bagi Allah, sedangkan Frater ditujukan untuk calon pastor yang sedang menjalani pembinaan di seminari tinggi.














