NTT Waspada Rabies, Vaksinasi Anjing Dipercepat

NTT Darurat Rabies.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar acara Viral NTT dengan tema “NTT Darurat Rabies” pada Sabtu, (31/8/2025), di Studio Radio TIRILOLOK. Narasumber dalam acara tersebut adalah drh. Maria Geong, Ph.D, sebagai dokter hewan, dan Matheus A.B.H. da Costa, selaku Camat Maulafa.

Dalam dialog interaktif, drh. Maria Geong menjelaskan, “Virus rabies ini hanya bisa hidup di dalam sel makhluk hidup, baik hewan maupun manusia. Virus ini sangat rapuh karena selubungnya terbuat dari lemak, jadi bisa dihancurkan dengan sabun dan air mengalir.”

Ia menekankan pentingnya penanganan awal dengan mencuci luka gigitan menggunakan sabun selama 15 menit, “Ini langkah pertama yang sangat penting sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.”

Mengenai penularan, drh. Maria menuturkan, “Sebanyak 98 persen rabies ditularkan oleh anjing. Virus ini ada di air liur, dan masuk ke tubuh melalui luka gigitan. Setelah itu, virus bergerak cepat menuju otak, rata-rata 3 mm per jam.”

Sementara itu, Camat Maulafa, Matheus A.B.H. da Costa, menyampaikan, “Pada 14 Agustus lalu, terjadi kasus anjing menggigit tujuh orang di Kelurahan Maulafa. Lima korban sudah menjalani pengobatan dan vaksinasi di rumah sakit.”

Ia menambahkan, “Segera setelah kejadian, kami mengimbau warga agar mengikat anjing peliharaan. Instruksi ini disampaikan ke seluruh kelurahan, RT, RW, dan organisasi masyarakat.”

Matheus juga menyampaikan, “Dinas Pertanian akan melaksanakan vaksinasi lanjutan mulai 8 September, sebanyak 22.000 dosis. Ini bagian dari upaya memutus rantai penularan rabies.”

Ia mengingatkan, “Biaya vaksin rabies untuk manusia sangat mahal, jadi mencegah dengan vaksinasi hewan jauh lebih efektif dan ekonomis. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tapi juga masyarakat.”

Matheus menegaskan, “Banyak anjing berkeliaran tanpa pengawasan dan belum divaksin. Pemerintah akan mendata anjing di setiap RT dan RW agar semuanya dapat divaksin dan rabies bisa dikendalikan.”