Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Pada Rabu, (25/3/2026), Pater Dismas Longginus Mauk, S.Fil., MM, dinobatkan sebagai lulusan terbaik dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Wisuda Pascasarjana (S2) Angkatan XLV Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang.
Ia meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97 dari Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Prosesi wisuda berlangsung di Aula St. Maria Immaculata.
Dalam pidatonya sebagai perwakilan wisudawan, Pater Dismas menyampaikan pesan persatuan di tengah keberagaman. Ia mengutip semboyan spiritualitas Serikat Sabda Allah, “one heart, many faces” — satu hati dalam keberagaman latar belakang.
“Hari ini kita datang dari budaya, pengalaman, dan perjalanan hidup yang berbeda. Namun, kita dipersatukan sebagai satu keluarga besar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya kebersamaan. Momentum wisuda, menurut Pater Dismas, menjadi saat penuh syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap proses perjuangan akademik.
Dalam refleksinya, Pater Dismas juga mengutip pemikiran Ki Hajar Dewantara: “Di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberi dorongan.”
Ia menilai keberhasilan para wisudawan tidak lepas dari peran dosen, tenaga kependidikan, orang tua, dan rekan seperjuangan.
“Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter dan arah hidup,” katanya.
Ia mengibaratkan para pendidik sebagai “pembawa api pengetahuan”, sebagaimana kisah Prometheus dalam mitologi Yunani, yang memberikan cahaya bagi peradaban manusia. Menurut Pater Dismas, dedikasi para dosen telah menyalakan semangat belajar dan harapan dalam diri mahasiswa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan yang diraih bukan tanpa proses panjang. Di balik toga dan senyum wisuda, tersimpan perjuangan, kelelahan, dan pengorbanan yang sering kali tidak terlihat.
“Dalam hidup, kita dihadapkan pada pilihan: menanggung lelah hari ini atau penyesalan di kemudian hari. Hari ini, kita memilih jalan perjuangan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pengalaman hidup, baik maupun buruk, memiliki makna dalam membentuk pribadi seseorang. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju kedewasaan.
Menutup pidatonya, Pater Dismas mengajak seluruh wisudawan untuk menjadi duta hidup almamater serta membawa nilai iman, ilmu, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.
“Hari ini bukan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab baru. Gelar yang kita sandang harus menjadi berkat bagi sesama,” pungkasnya.














