Pentingnya Kasih Sayang dalam Pengasuhan Anak

Pengasuh Positif Bagi Anak dan Dampak Kekerasan Terhadap Anak.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK mengadakan acara Viral NTT dengan topik “Pengasuh Positif Bagi Anak dan Dampak Kekerasan Terhadap Anak”

Acara Viral NTT menghadirkan narasumber Endang S. Lerrich, SE., M.Si sebagai Sekretaris/Plt Kadis Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT; Veronika Ata, SH., M.Hum selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT; dan Andriyani Emilia Lay, MA, yang menjabat Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah NTT & Psikolog Lembaga Perlindungan Anak (LPA).  Acara Viral NTT berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK pada Sabtu, (2/11/2024).

Dalam dialog interaktif, Plt Kadis DP3AP2KB NTT, Endang S. Lerrich menekankan pentingnya hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan partisipasi. Menurut Plt Kadis DP3AP2KB NTT, pengasuhan yang positif harus melibatkan kasih sayang dan dukungan dari orang tua, serta penghargaan terhadap hak anak.

Endang S. Lerrich menyatakan untuk anak-anak harus dipandang sebagai berlian dalam keluarga, bukan sebagai beban. Plt Kadis DP3AP2KB NTT mendorong orang tua untuk menciptakan momen berkualitas bersama anak meski dalam kesibukan.

Selanjutnya, Ketua LPA NTT, Veronika Ata menambahkan bahwa ketika anak melakukan kesalahan, penting untuk membangun komunikasi yang baik dan disiplin yang memberikan dampak positif.

Ketua LPA NTT berharap rumah tangga, sekolah, komunitas, dan rumah ibadah ramah anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Veronika Ata menegaskan yakni pengasuhan harus dilakukan dengan cinta, serta pentingnya komunikasi dan kesepakatan dalam keluarga.

Terakhir, Ketua HIMPSI Wilayah NTT, Andriyani Emilia Lay mengungkapkan  pengasuhan positif sangat penting karena rumah merupakan lingkungan pertama bagi anak. Tugas orang tua adalah menciptakan ekologi sosial yang aman untuk pertumbuhan anak. Ketua HIMPSI Wilayah NTT juga menekankan perlunya pola pengasuhan yang empati dan penuh kasih sayang.

Andriyani Emilia Lay berpesan adalah untuk menerapkan disiplin positif agar anak-anak tumbuh menjadi tangguh di era modern.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah serius di Nusa Tenggara Timur, dengan sebanyak 227 kasus tercatat hingga Agustus 2024.