Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Klasis Kota Kupang menyelenggarakan Perayaan HUT Anak GMIT ke-25 di GMIT Jemaat Koinonia Kota Kupang pada Senin, (24/11/2025), dengan tema “Anak GMIT Cinta Kristus dan Cinta Sesama dan Alam.”
Ibadah dipimpin oleh Ketua Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych–Snae, S.Th., M.Pd.K. Seusai ibadah, dilakukan pembagian Kartu Identitas Anak (KIA) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Dukcapil.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, yang diwakili Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang, Angela Tamo Inya, SIP., MM, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan ini.
“Pertama-tama marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus karena kasih dan penyertaan-Nya sehingga hari ini kita dapat merayakan HUT Anak GMIT ke-25 dengan penuh sukacita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perjalanan pelayanan 25 tahun ini membuktikan kesetiaan Tuhan dalam memelihara pertumbuhan iman anak-anak GMIT.
Angel menambahkan bahwa GMIT bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga ruang pertumbuhan generasi muda.
“Pelayanan PART adalah wadah pembinaan yang membantu anak, remaja, dan taruna bertumbuh dan berbuah pada waktunya,” katanya. Ia menyampaikan apresiasi kepada para pembina, guru sekolah minggu, orang tua, dan jemaat yang setia menabur kasih bagi kehidupan anak-anak.
Ia juga mengatakan pentingnya kerja bersama dalam mendidik anak.
“Ada ungkapan bijak: it takes a village to raise a child. Hari ini kita melihat dass Gereja, keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah sedang bergandeng tangan membesarkan anak-anak kita,” ungkapnya.
Menurut Kadis Dukcapil Kota Kupang, semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Kupang sebagai “Kota Kasih, Rumah Bersama yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan.” Ia berpesan kepada anak-anak agar terus belajar, taat kepada orang tua, aktif beribadah, serta tidak takut bermimpi.
“Kalian berharga, dikasihi Tuhan, dan diciptakan dengan tujuan besar. Gunakan talenta kalian untuk memuliakan-Nya,” pesannya.
Kepada orang tua dan jemaat, ia mengajak untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman dan penuh kasih.
“Anak yang dikuatkan di rumah, dibimbing firman di gereja, dan diberdayakan di sekolah serta komunitas akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Kota Kupang, Pdt. Delviana K. Poych–Snae, menjelaskan makna perayaan ini.
“HUT Anak GMIT ditetapkan secara sinodal dan dirayakan setiap 17 November 2025. Selama 25 tahun terakhir gereja melihat perlunya perhatian khusus bagi anak, remaja, dan taruna,” ujarnya.
Ia berharap perayaan ini semakin memperkuat keberpihakan gereja terhadap anak.
“Kami sadar bahwa kehidupan anak-anak, khususnya di wilayah kota, semakin kompleks. Melalui HUT Anak GMIT, gereja ingin memberi perhatian serius, termasuk dalam anggaran dan program bagi anak-anak,” tuturnya.
Pdt. Delviana K. Poych–Snae juga menegaskan bahwa anak-anak perlu merasa didukung oleh berbagai pihak.
“Kami berharap anak-anak sadar bahwa ada support system dari gereja, keluarga, sekolah, dan lingkungan yang selalu menopang kehidupan dan masa depan mereka,” katanya.














