Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK kembali menghadirkan program Gen-Alpha episode ke-10 dengan tema “Ekspresi dan Aksi: Menari dengan Hati, Bermain dengan Strategi”. Kegiatan ini berlangsung di Studio Radio TIRILOLOK, Kamis (26/3/2026), dengan menghadirkan dua narasumber pelajar dari SMPK St. Familia Sikumana Kupang, yakni Wiliam Putra dan Aurelin Parera.
Dalam dialog interaktif tersebut, Aurelin Parera mengungkapkan ketertarikannya terhadap seni tari yang telah tumbuh sejak usia dini. Ia mengaku kecintaannya bermula dari ketertarikan pada gerak dan musik yang berpadu dalam setiap penampilan.
“Sejak kecil saya sudah suka melihat tarian, mulai dari gerakan, kostum, sampai musiknya. Semuanya terasa menyatu dan menarik,” ujarnya.
Menurut Aurelin, keinginan untuk tampil di depan publik semakin kuat seiring dengan dorongan untuk mengekspresikan diri melalui seni tari. Perjalanannya pun berkembang sejak duduk di bangku sekolah dasar dengan dukungan penuh dari para guru.
“Dari TK sebenarnya sudah suka menari, lalu di SD mulai lebih serius karena ada dukungan dari guru. Itu yang membuat saya semakin yakin untuk fokus di bidang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wiliam Putra membagikan kisahnya dalam menekuni olahraga futsal. Ia mengatakan ketertarikan tersebut berawal dari kebiasaannya menonton pertandingan sepak bola dari berbagai liga internasional.
“Awalnya saya sering nonton bola di TV, jadi tertarik dan ingin coba main sendiri,” ujarnya.
Wiliam menjelaskan, hobinya berkembang dari sekadar bermain bersama teman menjadi aktivitas yang lebih serius.
Pengalaman mengikuti turnamen sejak sekolah dasar turut memotivasi dirinya untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Waktu ikut turnamen di SD, saya jadi semakin semangat untuk latihan dan berkembang,” ujarnya.
Memasuki jenjang sekolah menengah pertama, Wiliam mulai menekuni futsal secara lebih terarah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ia pun dipercaya mengisi posisi penjaga gawang setelah melalui proses latihan dan seleksi.
“Kesempatan masuk ekskul futsal jadi awal saya berkembang. Saya dipercaya jadi kiper, itu jadi motivasi besar untuk terus belajar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sosok penjaga gawang legendaris Edwin Van Der Sar menjadi inspirasi utama dalam mengembangkan kemampuannya di lapangan.
“Melihat permainan Edwin van der Sar membuat saya semakin termotivasi untuk jadi kiper yang tangguh,” ujarnya.
Melalui kisah keduanya, terlihat bahwa semangat berkarya, keberanian mengekspresikan diri, serta konsistensi dalam mengasah kemampuan menjadi kunci lahirnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan siap bersaing di masa depan.














