Persiapan Bulan Kitab Suci Nasional 2025: Fokus pada Pembaruan Relasi Hidup

Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Kehidupan.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang mengadakan Sosialisasi Bahan Pertemuan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) pada hari Selasa, tanggal (26/8/2025). Kegiatan ini berlangsung di Paroki Sancta Familia Sikumana.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gereja Katolik Indonesia akan kembali memasuki Bulan Kitab Suci Nasional, yang dilaksanakan setiap bulan September. Bulan ini menjadi momen istimewa bagi umat untuk semakin mencintai, mendalami, dan menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arahannya, Ketua Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang, RD. Siprianus S. Senda, S.Ag., L.Th. BIB, menyampaikan bahwa tema BKSN tahun ini adalah:
“Allah, Sumber Pembaruan Relasi dalam Kehidupan.”

Tema tersebut merupakan kelanjutan dari perjalanan refleksi atas kitab-kitab dua belas nabi kecil yang telah digumuli selama beberapa tahun terakhir.

“Tema ini mengajak kita semua untuk membarui hubungan dalam kehidupan kita,” ujar RD. Siprianus. “Mulai dari relasi dengan diri sendiri, dilanjutkan dengan sesama, kemudian dalam keluarga, dan akhirnya mencapai puncaknya dalam relasi dengan Tuhan.”

Materi BKSN tahun ini akan dibagi dalam empat kali pertemuan selama bulan September. Setiap pertemuan memiliki subtema yang berfokus pada satu aspek relasi, yakni: relasi dengan diri sendiri, relasi dengan sesama, relasi dalam keluarga, dan relasi dengan Tuhan.

RD. Siprianus juga mengingatkan pentingnya menyadari bahwa Alkitab adalah bagian dari warisan iman Gereja Katolik. Ia menjelaskan bahwa Perjanjian Baru ditulis, disalin, dan dikumpulkan oleh umat Katolik sendiri. Kanon resmi dari seluruh kitab dalam Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, secara resmi ditetapkan oleh Gereja Katolik pada masa awal Gereja.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh umat, terutama para fasilitator pendamping, dapat menjalankan Bulan Kitab Suci dengan lebih bermakna dan berdaya ubah dalam kehidupan komunitas dan pribadi masing-masing.