Atambua, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL- Perayaan Ekaristi puncak pesta 150 tahun SVD di dunia dan 112 tahun SVD Timor dipimpin oleh Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr pada Senin, (08/09) di Aula Rumah Induk St. Yosef Nenuk. Didampingi oleh Uskup Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla MSF, Mgr. Domi menekankan sosok Yosef sebagai tokoh yang menjadi penyelamat kehidupan umat manusia sehingga terjadi seperti sekarang ini. Pada waktunya, hati Yosef yang hidup dalam diam menjadi teladan yang hidup dalam hati semua anggota pelayan Sabda Allah.
Dalam kotbahnya, Mgr. Dominikus menceritakan ketaatan yang dimilik oleh St. Yosef, suami Maria. Dalam ketaatan yang total, Yosef menjadi pembawa keselamatan kehidupan umat Allah. Bagi Mgr. Dominikus, hal ini menjadi pelajaran yang berharga untuk para misionaris SVD. Dia berpesan agar anggota SVD turut menjadi pewarta Sabda yang efektif dan efisien. Cara yang ia tawarkan adalah dengan hidup doa dan kerja, kontemplasi dan Sabda yang menjadi makanan sehari-hari para anggota pelayan Sabda. Hal itu sudah ditunjukkan oleh kedua tokoh penting dalam sejarah pendiri SVD, St. Arnoldus Janssen dan Yosef Freinademetz. Para anggota SVD mesti belajar dari St. Arnoldus dan St. Yosef Freinademetz yang menjadikan Sabda (Yesus Kristus) sebagai inti kehidupan manusia. Mgr. Domi menekankan prinsip hidup St. Arnoldus sebagai teladan bagi umat Allah. Prinsip hidup St. Arnoldus adalah Kristus yang semakin mencintai, mendengarkan dan hidup dalam hati setiap umat Allah
Ia melanjutkan, mendengarkan Sabda Allah sama dengan mendengarkan jeritan dunia yang terluka yang terjadi dalam kehidupan manusia, baik itu dalam bidang agama, sosial masyarakat, pemerintahan dan lain sebagainya. Hal ini tentunya berkesinambungan dengan jumlah misionaris SVD di dunia yang mencapai sekitar 6000 anggota dan yang berasal Indonesia mencapai 1575 anggota. Bagi Mgr. Domi, jumlah yang banyak ini turut menjadi suatu kabar gembira dan sekaligus tantangan bagi SVD dalam mewartakan Sabda Allah secara konkret dalam kehidupan umat Alllah. SVD diharapkan tidak hanya menjadi Serikat yang mendengarkan keluhan umat Allah, tetapi juga turut terlibat dalam gerakan-gerakan sosial yang mendukung kehidupan iman umat Allah itu sendiri.
Pada bagian akhir kotbah, Mgr. Domi mengharapkan agar SVD dan kongregasi berfokus kepada misi Ad Intra. Sebagaimana di NTT, SVD telah mendirikan banyak seminari yang bertujuan menciptakan pribadi yang bertumbuh dalam iman secara internal. Baginya, misi yang diperlukan sekarang adalah misi kembali ke dalam diri, keluarga, komunitas, masyarakat untuk memperbarui diri demi kemuliaan nama Tuhan dan sesama. Dalam konteks kongregasi SVD, ia menjelaskan bahwa anggota SVD mesti menemukan kembali makna misi Allah dengan membaca dan merenungkan Sabda dalam realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui Sabda, anggota SVD akan menemukan Sang Sabda yang mampu mengubah hati dan pikiran, cara pandang semua pelayan Sabda menjadi lebih baik dan berkualitas kepada sesama umat Allah.
Sebelum Mgr. Domi memberi berkat penutup dalam misa, para pimpinan diberikan kesempatan untuk menandatangani piagam 150 tahun SVD dan mempersilahkan Provinsial SVD Timor, Br. Salomon untuk memukul gong sebagai tanda perayaan Yubileum 150 tahun ditutup.














