Pimpin Misa Pembukaan Muspas, Uskup Agung Kupang Ajak Umat Berjalan Bersama

Uskup Hironimus menyoroti tema Muspas Keuskupan Agung Kupang, yaitu “Gereja Kesuskupan Agung Kupang Berjalan Bersama Sebagai Peziarah Pengharapan Menuju Indonesia Emas Melalui Transformasi Pendidikan”.

Misa Pembukaan Muspas Keuskupan Agung Kupang

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Musyawarah Pastoral (Muspas) Keuskupan Agung Kupang secara resmi dibuka pada Senin (29/9), melalui Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, Pr. Didampingi oleh sejumlah imam konselebrans, perayaan itu berlangsung di Gereja Katolik Paroki St. Yosef Pekerja Penfui. Para imam dari berbagai kevikepan di wilayah Keuskupan Agung Kupang, bersama utusan umat menghadiri misa tersebut.

Dalam homilinya, Mgr. Hironimus merefleksikan peringatan pesta para Malaikat Agung, yang juga bertepatan dengan momentum pembukaan Muspas Keuskupan Agung Kupang. Ia menyebut, keberadaan para malaikat dimaksudkan untuk menjadi perpanjangan tangan kasih dan pemeliharaan Allah bagi manusia.

Ketiga Malaikat Agung, yakni Mikhael – Sang Pelindung; Gabriel – Sang Utusan Allah; dan Rafael – Sang Penyembuh dan Penuntun bagi Manusia. Mgr. Hironimus juga mengatakan bahwa cara terbesar para malaikat agung membantu umat manusia masuk ke dalam kemenangan mereka ialah melalui Ekaristi Mahakudus, di mana umat mendengarkan Sabda Allah dan memanggil para malaikat untuk turut mendoakan mereka dalam Doa Tobat, serta menerima Tubuh dan Darah Kristus yang dicurahkan untuk pengampunan dosa-dosa. Dalam Ekaristi itu pula, umat dikuatkan untuk menjadi Gabriel, dengan mewartakan Sabda Allah, ditemani oleh Rafael dan dilindungi oleh Mikhael. Dengan itu, umat akan mampu melakukan pelayanan kepada Allah dalam puji, syukur, sembah dan bakti, untuk melayani sesama, sebagaimana yang dilakukan Malaikat Agung bagi manusia.

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa tema tersebut menjadi sebuah kesadaran tentang eksistensi gereja yang bukan sekadar menjadi tempat ibadah, melainkan sebuah persekutuan dan komunitas umat Allah yang berjalan bersama dalam ziarah kehidupan. Untuk itu menurutnya, sebagai bagian dari umat Allah yang hidup di Keuskupan Agung Kupang, baik awam, klerus, biarawan/biarawati maupun lembaga hidup bakti, dipanggil untuk melangkah bersama sebagai para peziarah yang senantiasa berjalan bersama dalam terang iman, harapan, dan kasih menuju tanah terjanji.

Uskup yang ditahbiskan pada Mei 2024 itu, menegaskan bahwa gereja dipanggil untuk menjadi terang dan garam bagi dunia, dengan terus menyalakan harapan di tengah berbagai tantangan dan krisis zaman, krisis iman, krisis ketidakdilan sosial, kemiskinan, dan kerusakan alam. Ia mengajak umat untuk dengan visi iman, berani membantu masyarakat agar dapat mewujudkan komunitas yang lebih manusiawi dan adil sejahtera, dimulai dari keluarga, kelompok umat basis, paroki hingga masyarakat luas melalui transformasi dalam berbagai bidang, terutama bidang pendidikan. Ia juga mengundang umat agar terus menjadikan tantangan dan krisis, sebagai peluang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Uskup Hironimus menggambarkan bahwa dalam semangat sinodalitas dan persekutuan, umat diajak untuk saling mendengarkan satu sama lain, dalam mencari dan mengenal suara Tuhan di tengah banyaknya suara, pilihan, dan kehendak masing-masing pribadi. Ia berharap agar Muspas itu dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting terkait arah dasar pastoral Keuskupan Agung Kupang ke depan, dengan bantuan doa dan perlindungan para malaikat agung, sehingga semangat pelayanan kepada Tuhan dan sesama dapat terus dikobarkan.

Adapun Muspas Keuskupan Agung Kupang akan berlangsung hingga Jumat (03/10), dengan rangkaian agenda dan pemaparan materi dari berbagai pihak.