Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan setelah sejumlah siswa dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi sajian yang disediakan.
Dinas Kesehatan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kupang tengah menyelidiki penyebab kejadian tersebut secara lebih mendalam.
Menanggapi hal itu, DPRD NTT menggelar rapat tertutup guna mengevaluasi pelaksanaan program dan mencari solusi jangka panjang.
Pada Senin, (28/7/2025), bertempat di Ruang Fraksi PKB Kantor DPRD NTT, Anggota DPRD Yohanes Rumat, SE menyampaikan kepada wartawan bahwa pelaksanaan MBG di wilayah NTT masih bersifat uji coba.
Yohanes Rumat menyebut kejadian tersebut sebagai kasus insidental yang terjadi di sekitar Kota Kupang. Menurut Yohanes Rumat, keterbukaan sangat penting agar semua pihak yang terlibat, termasuk penyedia layanan, tidak menutupi persoalan yang muncul.
Yohanes Rumat menganggap transparansi sebagai langkah positif yang memberi ruang bagi DPR, pemerintah, dan masyarakat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh.
Sementara itu, Anggota DPRD Dapil NTT 1 Kota Kupang, Marselinus Anggur Ngganggus, ST., MT, menyatakan bahwa pelaksanaan MBG belum sepenuhnya siap.
Beliau menilai indikator kesiapan masih lemah, salah satunya terlihat dari pencapaian target pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dari target sekitar 800 titik, hingga akhir semester pertama baru terbentuk 45. Kondisi dianggap sebagai bukti bahwa pelaksanaan program masih jauh dari harapan.
Diansir Wikipedia, PKB yang didirikan oleh Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid, di Jakarta pada (23/7/1998).














