Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Rektor Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Prof. Dr. drh. Maxs U.E. Sanam, M.Sc, menegaskan bahwa pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional yang akan diselenggarakan di UNDANA pada (30/9) hingga (6/10/2024), akan menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam jumpa pers yang diadakan di Ruang Rapat Rektoran UNDANA, Maxs Sanam menyatakan bahwa Pesparawi tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni suara, tetapi juga membawa dampak signifikan bagi ekonomi lokal. Dimana Kegiatan Pesparawi ini akan meningkatkan kebutuhan akan tempat tinggal, seperti hotel, rumah kontrakan, dan losmen bagi peserta yang datang dari berbagai provinsi.
Lebih lanjut, rektor menjelaskan bahwa universitas juga memaksimalkan potensi pariwisata dan perekonomian melalui acara ini. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal akan diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam acara, termasuk memanfaatkan Gedung Auditorium Undana sebagai lokasi utama kegiatan.
Selain itu, Maxs Sanam mengungkapkan bahwa mahasiswa Undana akan terlibat secara aktif sebagai Liaison Officer (LO). Para mahasiswa ini akan bertugas mendampingi peserta sekaligus memperkenalkan budaya lokal, termasuk kuliner khas Kupang, serta mempromosikan Undana kepada tamu dari seluruh Indonesia.
Ketua Panitia Penyelenggara Pesparawi Mahasiswa, Dr. Siprianus Suban Garak, M.Sc menambahkan, bahwa persiapan kegiatan sudah mencapai 90 % dimana koordinasi telah dilakukan mulai dari transportasi, akomodasi termasuk rekomendasi kuliner untuk membantu peserta menjalani dan menikmati kegiatan selama berada di Kupang.
Sementara itu, untuk mascot kegiatan peserta Pesparawi Mahasiswa yaitu Tsi Tanaeb Usneno atau bernyanyi memuliakan Tuhan. Mascot ini terinspirasi dari burung Anis/Punglor Cendana yang merupakan jenis burung endemic Pulau Timor.
Suaranya yang unik dan mersu menjadikan unggas ini sebagai burung kontes yang di lombakan. Visual mascot adalah burung Anis Cendana mengunakan pakain adat Pria Timor dengan ikat kepala,alkosu (tas) dan tenun dari daerah Mollo, Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Koordinator Pelaksana, Wara Sabon Dominukus, turut menyampaikan bahwa pengamanan selama Pesparawi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kupang, bekerja sama dengan petugas keamanan kampus untuk memastikan acara berlangsung dengan aman dan tertib.
Dengan persiapan yang matang dan kerja sama dari berbagai pihak, Pesparawi Nasional 2024 diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga membawa manfaat besar bagi masyarakat NTT, terutama dalam sektor ekonomi dan pariwisata.
Hingga saat ini sudah ada 3 Kontingen berada di Kota Kupang yakni Universitas Lelemuku Saumlaki_Maluku, Universitas Charitas Indonesia_Manokwari dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.














