Robertus Fahik Buktikan Cerita Anak Bisa Jadi Media Literasi dan Pelestarian Budaya

Cerita kolase untuk paman niko angkat kearifan lokal Malaka dan isu perubahan iklim.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menyelenggarakan Kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sekaligus menyebarluaskan hasil penerjemahan cerita anak dwibahasa yang telah dihasilkan Balai Bahasa Provinsi NTT sebagai upaya mendukung gerakan literasi dan pelestarian bahasa daerah.

Dalam wawancara bersama Radio TIRILOLOK pada Senin, (27/10/2025) di Hotel Harper Kupang, salah satu pemateri, Robertus Fahik, menyampaikan pengalaman dan proses kreatifnya sebagai penulis.

“Dalam kegiatan ini saya hadir sebagai perwakilan penulis. Materi yang saya bawakan berkaitan dengan proses kreatif penulisan buku anak saya yang berjudul Kolase untuk Paman Niko. Puji Tuhan, buku ini tahun ini meraih juara pertama,” ujarnya.

Robertus Fahik menjelaskan bahwa cerita dalam buku tersebut diangkat dari tema perubahan iklim, sesuai petunjuk teknis lomba yang diikutinya.

“Ceritanya tentang seorang anak bernama Tini yang mendapat tugas membuat kolase di sekolah. Ia kekurangan bahan dan akhirnya mendapatkan biji jagung dari Paman Niko,” tuturnya.

Lebih lanjut, Robertus Fahik mengungkapkan bahwa selain mengangkat isu lingkungan, buku ini juga menonjolkan kearifan lokal Kabupaten Malaka, khususnya tradisi hamis batar—yakni teknik pengawetan jagung dengan cara pengasapan di dapur.

“Di tempat lain mungkin namanya berbeda, tapi intinya kita berusaha mengangkat kearifan lokal agar dikenal anak-anak sejak dini,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa buku anak menjadi media penting dalam menumbuhkan minat baca dan membangun literasi dasar.

“Kita ingin mendorong minat baca anak-anak lewat bahan bacaan yang ramah, dekat dengan dunia mereka, dan mudah dipahami,” katanya menutup wawancara.