Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL –Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kuliah umum bertema “Digital Ekonomi” pada Senin (20/4).
Bertempat di Aula St. Hendrikus Rektorat UNWIRA Kampus Penfui, kuliah umum tersebut menghadirkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso.
Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Wakil Rektor II UNWIRA, P. Dr. Paskalis Seran, SVD, M.BA menyoroti 3 pilar utama dalam ekonomi digital, yakni platform, data dan konektivitas. Ia menilai, aktivitas ekonomi dewasa ini tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, sebab transaksi ekonomi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Meski demikian, di balik kemudahan tersebut, ia menemukan adanya tuntutat yang harus dibarengi dengan kemampuan untuk beradaptasi, berpikir kritis dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Lebih lanjut, P. Paskalis mengatakan bahwa UNWIRA sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab, tidak hanya untuk menciptakan lulusan yang siap kerja, namun juga mampu menggunakan teknologi, terutama mendorong inovasi dalam ekosistem ekonomi digital.
Untuk itu, ia menekankan bahwa kuliah umum bersama Bank Indonesia tersebut menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat persiapan dalam menghadapi peluang dan tantangan ekonomi digital ke depan, mengingat bahwa Bank Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun sistem keuangan digital yang inklusif.
Sementara itu, Adidoyo Prakoso dalam pemaparan materinya yang bertajuk “Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Ekonomi Digital di Indonesia” menjelaskan bahwa tren digitalisasi telah mengubah perilaku masyarakat dalam perekonomian akibat tuntutat mobilitas, kecepatan, fleksibilitas yang lebih besar dan keamanan yang lebih terjamin.
Menurutnya, digitalisasi sudah menjadi budaya yang tak bisa dibendung lagi, sebab kehadirannya telah semakin berdampak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Ia menekankan bahwa digitalisasi kini telah mengikis berbagai batasan. Dalam konteks ekonomi, disebutkannya bahwa tren perkembangan ekonomi keuangan digital kian meningkat sejak terjadinya pandemi Covid-19, yang mendorong perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat terkait penggunaan teknologi digital.
Kendati demikian, Adidoyo menyadari bahwa terdapat sejumlah manfaat dan tantangan dari ekonomi keuangan digital dengan keberadaan teknologi pendukungnya. Ia mencontohkan, kehadiran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai peyangga perekonomian Indonesia dengan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60%, tidak sejalan dengan penerapan teknologi digital dan digitalisasi UMKM yang masih rendah. Tercatat, hanya 22,68 juta unit UMKM yang terintegrasi ke ekonomi digital.
Ia menegaskan, Bank Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung integrasi ekonomi keuangan digital nasional dengan melahirkan kebijakan yang sesuai guna mendukung inklusi ekonomi bagi berbagai pihak.
Adapun kegiatan tersebut diikuti oleh Civitas Akademika FEB UNWIRA dari empat Program Studi (Prodi), yakni Prodi Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Magister Manajemen.














