Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – UPTD SMP Negeri 4 Kupang terus mematangkan persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan diikuti oleh 342 siswa kelas 9.
Hal ini disampaikan Kepala UPTD SMP Negeri 4 Kupang, Susy Aprijanti, saat diwawancarai bersama Radio TIRILOLOK pada Selasa (10/2/2026) di ruang kerjanya.
Susy menjelaskan bahwa TKA merupakan program baru yang pertama kali dilaksanakan pada tahun ini, sehingga pihak sekolah perlu melakukan berbagai persiapan secara matang.
Proses yang harus dilalui siswa untuk mengikuti TKA pun terbilang panjang dan berjenjang.
Persiapan dimulai melalui kegiatan bimbingan belajar (bimbel) yang dilaksanakan di sekolah.
Selain itu, pihak sekolah juga melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa. Menurut Susy, langkah ini penting karena sebagian siswa belum sepenuhnya memahami arti penting TKA.
“TKA ini merupakan potret atau representasi kemampuan siswa, bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk sekolah, Kota Kupang, hingga Provinsi NTT,” ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah siswa kelas 9 yang akan mengikuti TKA tahun ini sebanyak 342 orang.
Untuk memastikan kesiapan siswa, sekolah telah menyusun jadwal persiapan sejak jauh hari.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan pada 6 April 2026. Sebelumnya, pada 23 Februari 2026 akan dilaksanakan simulasi.
Selanjutnya, pada bulan Maret digelar dua kali tryout.
Selain itu, sekolah juga menyiapkan gladi atau latihan pelaksanaan ujian agar siswa semakin terbiasa dengan sistem ujian.
“Oleh karena itu, sarana dan tempat ujian harus kami persiapkan dengan benar-benar maksimal,” jelasnya.
TKA ke depan diharapkan dapat dilaksanakan secara daring. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua moda ujian, yaitu moda online dan semi-online.
Untuk SMP Negeri 4 Kupang, sekolah memilih online penuh, sehingga seluruh proses ujian dilakukan secara daring.
“Kesiapan jaringan internet menjadi perhatian utama, dan sejauh ini sudah kami persiapkan dengan baik,” kata Susy.
Pada tahap awal, mata pelajaran yang diujikan dalam TKA hanya dua, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Mata pelajaran Bahasa Indonesia berfokus pada kemampuan literasi, sementara Matematika menitikberatkan pada numerasi.
Selain persiapan teknis, pihak sekolah juga terus memberikan motivasi kepada siswa. Kepala sekolah secara rutin berkeliling kelas dan menyampaikan arahan saat apel pagi agar siswa dapat mengubah pola pikir mereka terhadap TKA.
“Siswa kami jelaskan tujuan, maksud, dan pentingnya TKA sebagai alat ukur kompetensi mereka,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan TKA, sekolah tidak menyusun atau membuat soal sendiri.
Pihak sekolah hanya mengunduh soal dan hasil ujian dari sistem yang telah ditentukan. Pengumuman hasil TKA dijadwalkan pada 24 Mei 2026, di mana sekolah akan mengunduh dan mencetak hasil tersebut.














