Seminari dan Pendidikan Membentuk Panggilan Fr. Jo Menjadi Imam

Menjadi Seminaris dan Mahasiswa: Bertumbuh dalam Panggilan, Pendidikan dan Kehidupan Bersama.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar program Gen-Z Bicara bertema “Menjadi Seminaris dan Mahasiswa: Bertumbuh dalam Panggilan, Pendidikan dan Kehidupan Bersama” bersama Fr. Joaquin de Santos Fahik, Seminaris Tinggi St. Mikhael/FF. UNWIRA, Rabu, 2 September 2026, di Studio Radio TIRILOLOK.

Dalam dialog interaktif tersebut, Fr. Jo menceritakan proses tumbuhnya ketertarikannya untuk menjadi seminaris. Ketertarikan itu mulai muncul ketika ia aktif mengikuti kegiatan SEKAMI dan menjadi misdinar di stasi. Minat terhadap kehidupan gereja kemudian semakin kuat melalui pelajaran agama di sekolah dan kebiasaan mendalami ajaran Katolik.

Menjelang menyelesaikan pendidikan SMP pada 2019, Fr. Jo sempat mempertimbangkan beberapa pilihan sekolah menengah atas. Keputusan untuk masuk seminari muncul setelah dua teman sekelas mengajaknya mendaftar.

Setelah berkonsultasi dengan kepala sekolah, kedua temannya direkomendasikan untuk melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang, sementara Fr. Jo memilih Seminari Lalian.

Selama menjalani pendidikan di Seminari Lalian, proses formasi melalui refleksi, doa, dan berbagai kegiatan membantunya semakin mengenal serta memahami panggilan untuk menjadi imam.

Pengalaman selama empat tahun di Seminari Lalian juga memperkenalkan Fr. Jo pada berbagai wilayah dan pengalaman kehidupan bersama. Pengalaman tersebut turut membentuk keputusannya untuk melanjutkan panggilan di Keuskupan Atambua.

Selain membentuk panggilan, pendidikan di seminari turut menumbuhkan motivasi Fr. Jo untuk berprestasi. Angkatannya sempat mendapat anggapan kurang berprestasi dibandingkan angkatan lainnya. Kondisi tersebut justru menjadi pemicu untuk membuktikan kemampuan melalui prestasi akademik dan berbagai kompetisi.

Kebiasaan membaca, menulis refleksi, dan menulis buku harian selama di seminari turut mendorong Fr. Jo mengikuti berbagai perlombaan di luar lingkungan seminari.

Menurut Frater Jo, kompetisi menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu dipelajari.

“Masih banyak yang perlu dipelajari juga,” ujarnya.

Keikutsertaan dalam berbagai perlombaan juga membuka kesempatan bagi Fr. Jo untuk bertemu dengan mahasiswa berprestasi dari berbagai kampus dan fakultas. Pertemuan tersebut tidak hanya memperluas pertemanan, tetapi juga membangun relasi yang bermanfaat bagi pengembangan diri.

Bagi Fr. Jo, perjalanan di seminari dan dunia pendidikan menjadi bagian penting dalam proses mengenal panggilan, mengembangkan kemampuan, serta membangun relasi dengan sesama.

Pengalaman tersebut turut membentuk dirinya untuk terus bertumbuh, baik dalam kehidupan akademik maupun dalam menjalani panggilan sebagai calon imam.