SMA Santo Arnoldus Kupang Ungkap Ritual Hel Keta dan Literasi

Tingkatkan Literasi Melalui Karya Tulis Ilmiah (KTI).

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menyelenggarakan acara Generasi-Z Bicara dengan topik “Tingkatkan Literasi Melalui Karya Tulis Ilmiah (KTI)” pada Rabu,(21/8/2024), di studio Radio TIRILOLOK. Acara ini menghadirkan narasumber Maria P. Adja biasa dipanggil Tasya, dan Felicia M. Putri, yang biasa akrab disapa Felicia. Keduanya adalah siswi SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang.

SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang baru-baru ini meraih juara pertama dalam lomba Karya Tulis Ilmiah yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Mereka mengusung judul “Makna dan Peranan Ritual Adat Hel Keta dalam Adat Perkawinan Masyarakat Suku Dawan Timor NTT.”

Dalam dialog interaktif, Tasya menjelaskan alasan pemilihan judul Karya Tulis Ilmiah karena Indonesia memiliki ribuan suku dengan kebudayaan masing-masing. Salah satu suku yang dibahas adalah Suku Dawan di Nusa Tenggara Timur, yang memiliki berbagai ritual, termasuk dalam perkawinan. Ritual Hel Keta, yang pernah menjadi kontroversi beberapa tahun lalu karena dinilai bertentangan dengan ajaran katolik, dipilih sebagai fokus utama.

Tasya juga menyampaikan pesan kepada Generasi Z mengenai pentingnya membaca dan menekankan bahwa literasi adalah hal yang sangat penting. Di sekolahnya, literasi mendapatkan perhatian khusus, dengan pengingat yang konsisten kepada siswa tentang pentingnya membaca.

Sementara itu, Felicia menceritakan tentang ritual Hel Keta. Ritual ini, yang berarti “tarik lidi,” digunakan untuk menyucikan atau membersihkan kotoran dan merupakan salah satu bentuk rekonsiliasi. Felicia menjelaskan dulu sering terjadi konflik antar suku di daerah Dawan, dan Hel Keta berfungsi untuk mengakhiri permusuhan dengan memberikan kesempatan untuk rekonsiliasi.

Felicia juga menekankan kepada Generasi Z untuk tidak hanya fokus pada hal-hal dari luar, tetapi juga menghargai kebudayaan lokal seperti ritual Hel Keta yang sudah ada sejak dulu. Felicia berpesan untuk terus belajar dan membaca agar dapat memahami dan menghargai warisan budaya yang ada di NTT.

SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, pendampingan rohani, dan kegiatan lainnya untuk mendukung perkembangan peserta didik dalam mempersiapkan diri memasuki pendidikan tinggi.