Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Dalam semangat pertobatan dan solidaritas yang dihidupi selama masa Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, umat KUB Santa Teresa dari Calcuta di Wilayah V Kuasi Paroki Yesus Maria Yosef (YMY) liliba menunjukkan wujud nyata iman melalui aksi berbagi kasih kepada sesama.
Sebagai bagian dari katekese dan aksi nyata APP tahun ini yang mengusung Tema katekese dan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 di Keuskupan Agung Kupang (KAK) adalah “Aksi Puasa Pembangunan: Gerakan Misioner Gereja Dalam Menghadirkan Pengharapan”. Tema ini mengajak seluruh umat, keluarga, dan kaum muda untuk menghidupi semangat tobat, doa, pantang, dan puasa sebagai wujud solidaritas nyata, serta memperdalam iman misioner.
Poin Penting Katekese Prapaskah KAK 2026:
- Gerakan Misioner: Prapaskah bukan sekadar rutinitas, tetapi panggilan bagi seluruh umat untuk menjadi misioner pembawa harapan.
- Solidaritas Misioner: Fokus pada aksi nyata (APP) membantu sesama, khususnya yang miskin dan terpinggirkan.
- Renungan 5 Pertemuan: Biasanya terdiri dari 5 pertemuan pendalaman iman di Kelompok Umat Basis (KUB) yang membahas tema sosial-keagamaan.
- Pembaruan Diri: Ajakan untuk tobat dan rekonsiliasi.
Umat KUB Santa Theresa dari Calcuta dalam setiap pertemuan katekese melaksanakan aksi nyata selama 5 minggu, mulai dari membagi KASIH berupa sembako, pakaian-pakaian layak pakai dan uang kepada umat pra sejahtera dalam kelompok umat basis, melaksanakan aksi berupa kegiatan kerja bhakti di lingkungan kelompok umat basis serta lingkungan rumah.
Selain membagi KASIH dalam kelompok umat basis, Umat KUB Santa Theresa dari Calcuta juga membagikan bantuan berupa uang, sembako, pakaian-pakaian layak pakai kepada 2 (dua) Panti Asuhan yakni, Panti Asuhan Katolik Sonaf Maneka di Lasiana Kota Kupang dan Panti Asuhan Susteran Alma di Baumata Kabupaten Kupang.
Khusus untuk bantuan pembalut sekali pakai diberikan kepada 61 Wanita Usia Subur (WUS) remaja putri dan pengasuh pada Panti Asuhan Katolik Sonaf Maneka di Lasiana Kota Kupang, bantuan pembalut ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi mereka yang mana merupakan kebutuhan pokok setiap bulannya dengan harapan bantuan ini dapat meringankan beban biaya pengeluaran bulanan.
Ketua Panitia aksi nyata PASKAH ibu Martha Batresia Lamanele, S.Kom menyatakan bahwa berbagi KASIH ini sebagai wujud cinta yang nyata; Kasih tidak hanya diucapkan, tetapi dihidupi melalui tindakan, seperti membagikan uang, sembako, pakaian layak pakai, pembalut kepada yang kekurangan.
Paskah menjadi momen untuk meningkatkan empati dan perhatian terhadap penderitaan orang lain, memberikan dampak positif dan membawa harapan bagi mereka yang membutuhkan; dengan tujuan membentuk karakter ketulusan hati dan menjadikan kepedulian sebagai kebiasaan sehari-hari baik itu oleh anak-anak SEKAMI, OMK maupun umat pada umumnya, bukan hanya kegiatan sesaat, menciptakan kerukunan dan merayakan kebersamaan sebagai sesama manusia.
Dalam kunjungan aksi Nyata PASKAH Ke Panti Asuhan Sonaf Maneka Lasiana Kupang, panitia/pengurus diterima hangat oleh Ketua Panti beserta anak-anak Panti, dengan wajah gembira dan terpancar rasa terima kasih dari wajah polos anak-anak panti.
Dalam ungkapan terima kasihnya ibu Maria Imaculata Milla Bulumanu sebagai ketua Panti Asuhan Sonaf Maneka, menyampaikan sejarah terbentuknya Panti, pola pengasuhan anak-anak, dan suka duka dalam kehidupan bersama di Panti. Jumlah anak sebanyak 118 orang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan umur bervariasai mulai dari 5 bulan sampai dengan 21 tahun dan rata-rata berasal dari wilayah Nusa Tenggara Timur.
Dalam keseharian bersama anak-anak, ibu Maria menyatakan bahwa banyak suka dan duka dilalui bersama, dan mengucap syukur dan terima kasih karena banyak perhatian dari berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun masyarakat yang membantu/menolong/menopang kehidupan mereka.
Terhadap kunjungan pengurus Kelompok Umat Basis Santa Theresa dari Calkuta, ibu Maria menyampaikan ucapan limpah terima kasih, atas bantuan berupa uang, sembako pakaian layak pakai terutama pembalut, karena di panti asuhan ini terdapat 61 orang Wanita Usia Subur (WUS) yang terdiri dari 35 orang anak SLTP dan SLTA, mahasiswa sebanyak 14 orang serta 12 orang pengasuh.
Bantuan pembalut sekali pakai, baru pertama kali mereka terima, dan sangat membantu menekan pengeluaran bulanan dimana pembalut menjadi kebutuhan pokok. Oleh karena itu, ibu Maria berharap kiranya lebih banyak orang memperhatikan hal ini bahwa mereka tidak saja membutuhkan sembako namun pembalut menjadi hal utama dalam kebutuhan bulanan.
Dari Panti Asuhan Katolik Sonaf Maneka, Panitia/pengurus melanjutkan perjalanan berbagi KASIH asksi nyata PASKAH ke Panti Susteran Alma di Baumata Kabupaten Kupang, dan diterima oleh suster Alda, dalam sambutannya suster menyampaikan jumlah penghuni panti sebanyak 22 orang anak laki-laki dan perempuan yang terdiri dari anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak yang normal dan didampingi oleh 4 orang suster pengasuh.
Pada waktu yang terpisah salah satu pengurus; bapak Agustinus Jehani menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh umat KUB santa theresia dari kalkuta atas partisipasi yang telah memberi sesuatu kepada 2 (dua) panti asuhan, kita memberi bukan karena kita kelebihan tapi dari kekurangan itulah intinya jangan tunggu lebih baru kita memberi; apapun yang kita beri tentu sangat berarti bagi yang membutuhkan.














