Tak Sekadar Edukasi, Program CERAH Ubah Perilaku Lingkungan Warga Kota Kupang

Cerahkan Kota Kupang dengan Program CERAH.

Kota Kupang, TIRILOLOKNEWS.COM || REGIONAL – Radio TIRILOLOK menggelar dialog publik Viral NTT dengan topik “Cerahkan Kota Kupang dengan Program CERAH”, Sabtu (10/1/2026), bertempat di Studio Radio TIRILOLOK.

Acara ini menghadirkan Korprov NTT CERAH Project Juliani F. Talan, Lurah Liliba Viktor A. Makoni, S.Sos, serta Ketua Komunitas Penjaga Budaya Helong Rally Mukti Bistolen.

Program CERAH (Climate & Youth for a Resilient & Healthy Archipelago) merupakan inisiatif kolaboratif yang dijalankan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Program ini bertujuan memperbaiki tata kelola air, konservasi lahan, serta mendorong perubahan perilaku ekologis masyarakat dalam menghadapi krisis iklim, dengan melibatkan pemuda dan memperhatikan isu gender. CERAH dilaksanakan melalui kerja sama Plan Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dalam dialog interaktif, Korprov NTT CERAH Project, Juliani F. Talan, menjelaskan bahwa pendekatan utama CERAH bukan sekadar sosialisasi, melainkan membangun kebiasaan masyarakat.

“Awalnya kami sempat ragu, apakah masyarakat mau diajak bicara soal sampah atau tidak. Tapi strategi kami adalah memperkuat edukasi sampai pemilahan sampah itu menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, edukasi yang dilakukan CERAH juga dibarengi dengan fungsi monitoring serta inovasi berbasis potensi lokal.

“Kami tidak ingin edukasi satu arah. Kami melihat kembali potensi di tiap kelurahan pilot proyek. Pasti ada satu atau dua penggerak lokal yang bisa kita gandeng untuk mempengaruhi masyarakat lainnya,” jelas Juliani.

Menurutnya, meskipun tidak semua lokasi pilot proyek bertahan, hingga 2026 masih ada dua hingga tiga kelurahan yang konsisten menjalankan program CERAH.

“Pertemuan yang kami lakukan bukan sekadar datang lalu pulang, tapi dibuat nyaman agar masyarakat merasa memiliki dan menjaga keberlanjutan program,” tambahnya.

Sementara itu, Lurah Liliba, Viktor A. Makoni, S.Sos, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan seluruh pihak yang terlibat dalam Program CERAH.

“Kelurahan Liliba dipercaya menjalankan program ini, dan kami sangat berterima kasih karena manfaatnya besar, terutama untuk mencegah erosi dan longsor,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Liliba untuk memanfaatkan musim hujan sebagai momentum menjaga lingkungan.

“Ini saat yang tepat untuk menanam pohon dan menanam air. Apa yang sudah ditanam pemerintah dan Plan Indonesia, mari kita jaga bersama agar bisa dinikmati anak cucu kita,” tegas Viktor.

Ketua Komunitas Penjaga Budaya Helong, Rally Mukti Bistolen, menilai keterlibatan pemuda dan komunitas adat dalam Program CERAH sebagai langkah positif.

“Kami berterima kasih karena orang muda dan komunitas dilibatkan. Ini membuat kerja-kerja yang sudah diinisiasi bisa kita lakukan bersama demi mencerahkan Kota Kupang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan sejalan dengan nilai budaya dan kearifan lokal.

“Kota Kupang butuh pemimpin dan masyarakat yang menjaga alam dan budaya. Mari kembali ke alam, menjaga alam, dan menanam air,” tutup Rally.